Turki Tuding Israel Rekayasa Isu Pembunuhan Trump oleh Iran di Ankara

Turki menuduh Israel mengarang cerita tentang rencana Iran membunuh Presiden AS Donald Trump di pesawat Air Force One di Ankara. Ankara menilai informasi palsu itu bertujuan menggagalkan negosiasi Iran-AS dan merusak hubungan Trump-Erdogan. Laporan intelijen Israel muncul saat Trump berupaya mencapai kesepakatan dengan Iran, sementara Israel mendesak eskalasi konflik.

Aug 22, 2026 - 07:24
Updated: 2 months ago
0 0
Turki Tuding Israel Rekayasa Isu Pembunuhan Trump oleh Iran di Ankara
Turki Tuding Israel Rekayasa Isu Pembunuhan Trump oleh Iran di Ankara

Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Turki menuduh Israel sengaja mengarang cerita tentang rencana Iran membunuh Presiden Amerika Serikat Donald Trump di pesawat Air Force One. Tuduhan itu disampaikan setelah muncul laporan intelijen yang menyebut adanya ancaman terhadap Trump saat berkunjung ke Ankara untuk menghadiri KTT NATO pada 7-8 Juli lalu.

Menurut sejumlah sumber yang mengetahui masalah ini, laporan intelijen Israel itu disampaikan kepada pejabat AS dan Turki di tengah pengamanan ketat di Bandara Ankara. Laporan tersebut memperingatkan kemungkinan unit operasi rahasia Iran menargetkan pesawat baru Air Force One yang ditumpangi Trump, dengan menggunakan rudal panggul MANPADS dari jarak satu kilometer.

Kekhawatiran itu muncul karena Bandara Ankara dikelilingi bangunan sipil yang hanya berjarak 500 meter dari landasan pacu, berbeda dengan Bandara Esenboga yang lebih aman. Pejabat AS pun sempat memindahkan lokasi keberangkatan Trump ke Bandara Esenboga dan kembali menggunakan pesawat Air Force One yang lama karena memiliki sistem pertahanan udara yang lebih lengkap.

Namun, pejabat Turki menilai laporan intelijen Israel itu tidak kredibel. Mereka menganggap informasi tersebut sebagai taktik Israel untuk menggagalkan negosiasi antara Iran dan AS yang sedang berlangsung, serta merusak hubungan baik antara Trump dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Seorang pejabat Turki menegaskan, "Bagi kami sangat jelas bahwa laporan itu sama sekali tidak benar."

Laporan intelijen itu muncul di saat sensitif karena Trump sedang berupaya mencapai kesepakatan dengan Iran untuk mengakhiri perang dan membuka kembali Selat Hormuz. Dalam pertemuan dengan Erdogan, Trump berulang kali menyatakan perang dengan Iran telah berakhir dan berharap negosiasi berjalan baik. Sikap ini bertolak belakang dengan agenda Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang mendesak dimulainya kembali permusuhan.

Netanyahu juga menentang rencana Trump untuk mencabut sanksi terhadap Turki dan menjual jet tempur F-35 ke Ankara. Israel khawatir penjualan itu akan mengubah keseimbangan kekuatan di kawasan dan mengikis keunggulan militer Israel. Meskipun Iran pernah melakukan operasi di Turki, Teheran tidak pernah berani melakukan operasi canggih yang melibatkan senjata di luar senjata api biasa.

Dinas Rahasia AS (US Secret Service) menanggapi laporan itu dengan sangat serius. Trump bahkan sempat dipindahkan secara diam-diam menggunakan kontainer kendaraan katering menuju pesawat C-32 setelah sempat menaiki Air Force One yang lama. Langkah ini dilakukan sebagai tindakan pencegahan meskipun pejabat Turki meragukan kebenaran laporan tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User