Trump Klaim Kuasai Uang Iran: 'Saya Bankir Mereka', Ekonomi Negeri Itu Disebut Hancur
Presiden AS Donald Trump mengklaim negaranya mengendalikan uang Iran dan menyebut dirinya sebagai 'bankir' Teheran. Ia juga menggambarkan ekonomi Iran terpuruk dengan inflasi 300 persen. Trump menegaskan tujuan utamanya mencegah Iran memiliki senjata nuklir, di tengah konflik yang masih berlanjut meski ada gencatan senjata.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali melontarkan pernyataan kontroversial terkait konflik dengan Iran. Dalam pernyataannya pada Rabu (12/8), Trump mengklaim bahwa Washington memiliki kendali penuh atas keuangan Teheran, bahkan menyebut dirinya sebagai 'bankir' Iran. Klaim ini disampaikan di tengah perang yang masih berlangsung antara kedua negara.
"Kami mengendalikan uang mereka, apa yang mereka punya, yang jumlahnya sangat banyak," ujar Trump, seperti dikutip Middle East Monitor. Ia menambahkan, "Kami punya kendali penuh atasnya. Saya adalah bankir mereka. Saya adalah bankir mereka."
Trump juga menggambarkan kondisi ekonomi Iran yang disebutnya berada dalam situasi sangat sulit. Ia mengklaim inflasi di negara tersebut mencapai 300 persen, nilai mata uangnya hampir tidak berarti, dan tentara Iran tidak dibayar. "Mereka mengalami inflasi 300 persen. Mereka tak punya nilai. Mata uang mereka hampir tak bernilai. Mereka tak membayar tentara mereka," imbuhnya.
Lebih lanjut, Trump menguraikan tiga opsi yang mungkin diambil AS terhadap Iran: mempertahankan tekanan, melancarkan serangan militer yang sangat keras, atau mengandalkan tekanan ekonomi. "Kita bisa saja membiarkan begitu saja, dan mereka akan gagal," ungkapnya.
Saat ditanya bagaimana konflik dapat berakhir, Trump menegaskan bahwa tujuan utamanya adalah mencegah Iran memperoleh senjata nuklir. "Saya terlibat dalam hal ini karena satu alasan utama: agar Iran tak bisa punya senjata nuklir," kata politikus Partai Republik itu.
Konflik antara AS dan Iran memanas sejak akhir Februari ketika Washington bersama sekutu dekatnya, Israel, melancarkan serangan besar-besaran ke Iran. Teheran membalas dengan menyerang wilayah Israel dan pangkalan-pangkalan AS di Timur Tengah. Gencatan senjata sempat disepakati pada April dan terus diperpanjang tanpa batas waktu, kemudian pada Juni kedua pihak menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk menghentikan pertempuran.
Namun, hingga kini pertempuran masih terus berlanjut karena AS dinilai melanggar kesepakatan. Pernyataan Trump ini kembali menegaskan sikap kerasnya terhadap Iran, sekaligus menunjukkan bahwa tekanan ekonomi menjadi salah satu senjata utama Washington dalam konflik tersebut.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)