Bulog Kumpulkan 4,5 Juta Ton Beras, Ahmad Rizal Ramdhani Ungkap Alasan di Baliknya

Perum Bulog menyiapkan stok beras hingga 4,5 juta ton untuk mengantisipasi dampak El Nino dan musim paceklik. Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyebut penyerapan gabah dan beras dipercepat sejak awal tahun berdasarkan peringatan dini krisis iklim, agar pemerintah tidak bergantung pada impor dan bantuan pangan tetap berjalan.

Oct 09, 2026 - 16:02
Updated: 9 hours ago
0 0
Bulog Kumpulkan 4,5 Juta Ton Beras, Ahmad Rizal Ramdhani Ungkap Alasan di Baliknya
Bulog Kumpulkan 4,5 Juta Ton Beras, Ahmad Rizal Ramdhani Ungkap Alasan di Baliknya

Perum Bulog tengah memperkuat cadangan beras nasional dengan mengumpulkan stok hingga 4,5 juta ton. Langkah ini diambil untuk menghadapi potensi dampak kekeringan akibat fenomena El Nino serta ancaman musim paceklik yang diperkirakan melanda tanah air.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan bahwa pasokan dalam jumlah besar tersebut diperoleh melalui penyerapan gabah dan beras secara masif sepanjang tahun. Hingga Jumat, 9 Oktober, stok yang berhasil dihimpun mencapai 4,5 juta ton, sementara total serapan Bulog telah menyentuh angka 4,11 juta ton.

"Stok Bulog sampai dengan hari Jumat ini di 9 Oktober itu adalah 4,5 juta ton, sedangkan untuk serapan Bulog sampai dengan hari ini totalnya sudah mencapai 4,11 juta ton," ujar Rizal dalam konferensi pers Pengadaan 4 Juta Ton Beras di kantor Bulog, Jakarta Selatan, Jumat (9/10).

Menurut Rizal, percepatan penyerapan beras ini merupakan respons atas peringatan dini terkait potensi krisis iklim. Ia menyebut informasi mengenai kemungkinan datangnya El Nino dan musim paceklik sudah diterima sejak awal tahun, sehingga Bulog memilih bergerak lebih cepat.

"Ini adalah upaya kami sebagai langkah antisipasi karena di awal tahun lalu, kami sudah mendapat informasi mau akan adanya El Nino, mau akan adanya paceklik nanti ke depan," terangnya.

Rizal menekankan bahwa penguatan stok ini krusial agar Indonesia memiliki ketahanan pangan yang kokoh dan tidak perlu bergantung pada impor dari negara tetangga. Pasalnya, sejumlah negara produsen beras seperti India, Vietnam, dan Thailand juga tengah menghadapi tantangan serupa akibat El Nino dan paceklik.

"Kalau umpamanya Bulog tidak segera mengambil langkah-langkah antisipasi menyerap dengan banyak, di akhir tahun tidak memiliki stok banyak seperti sekarang, apakah Bulog bisa nyerahkan bantuan kepada masyarakat, pemerintah? Kan tidak bisa. Atau kita mau impor dari luar negeri? Mohon maaf, orang luar negeri sekarang seperti India, Vietnam, Thailand itu juga menghadapi El Nino dan paceklik juga," jelas Rizal.

Selain untuk ketahanan pangan, cadangan beras pemerintah ini disiapkan guna menopang penyaluran bantuan pangan bagi masyarakat miskin dan rentan, khususnya kelompok desil 1 hingga desil 4. Dengan stok yang melimpah, Rizal memastikan program bantuan pangan dapat berjalan lancar sepanjang delapan bulan di tahun ini.

"Nah, bersyukurlah sekarang Bulog punya stok banyak sebagai langkah antisipasi menghadapi El Nino dan musim paceklik ini. Dengan harapan kita bisa masih memberikan bantuan-bantuan kepada masyarakat," pungkasnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User