Kabut Asap Karhutla RI Meluas, Kualitas Udara Singapura Capai Level Sangat Tidak Sehat
Kualitas udara di sejumlah negara Asia Tenggara memburuk akibat kabut asap karhutla yang masih berlangsung di Indonesia. Data IQAir menunjukkan indeks kualitas udara Singapura menembus angka 205 atau kategori sangat tidak sehat, sementara sejumlah sekolah di Kuala Lumpur, Malaysia, terpaksa ditutup pada Jumat (9/10).
Kabut asap yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia kembali berdampak pada negara-negara tetangga. Pada Jumat (9/10), pantauan menunjukkan kualitas udara di sejumlah kawasan Asia Tenggara terus mengalami penurunan.
Rekaman timelapse dari Windy.com memperlihatkan pergerakan angin yang membawa kabut asap melintasi langit kawasan tersebut. Kondisi ini membuat udara di beberapa negara tidak lagi berada pada level aman.
Data IQAir mencatat indeks kualitas udara di Singapura menembus angka 205. Angka tersebut menempatkan Singapura dalam kategori sangat tidak sehat, yang berarti paparan udara di sana berisiko tinggi bagi kesehatan warga.
Dampak serupa juga dirasakan Malaysia. Sejumlah sekolah di wilayah Kuala Lumpur terpaksa ditutup akibat kabut asap yang masih menyelimuti kawasan tersebut. Penutupan ini dilakukan karena kondisi udara dinilai tidak layak untuk kegiatan belajar mengajar.
Kabut asap yang melintasi batas negara ini bersumber dari karhutla yang hingga kini masih berlangsung di Indonesia. Asap yang terbawa angin membuat kualitas udara di negara tetangga ikut memburuk.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai perkembangan terbaru dari karhutla maupun langkah lanjutan yang akan diambil otoritas terkait di masing-masing negara.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)