Tak Langsung Menuding RI, Malaysia Pilih ASEAN untuk Selesaikan Kabut Asap

Malaysia memilih jalur diplomatik ASEAN untuk mengatasi kabut asap lintas batas dari kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. Menlu Malaysia akan mengirim surat resmi ke Sekretariat ASEAN, sementara NRES akan berkirim surat ke mitranya di Indonesia. Sarawak mencatat indeks polusi udara sangat tidak sehat, dengan Serian mencapai 217.

Aug 30, 2026 - 03:46
Updated: 1 month ago
0 0
Tak Langsung Menuding RI, Malaysia Pilih ASEAN untuk Selesaikan Kabut Asap
Tak Langsung Menuding RI, Malaysia Pilih ASEAN untuk Selesaikan Kabut Asap

Jakarta, CNN Indonesia -- Malaysia menegaskan akan mengedepankan pendekatan diplomatik melalui ASEAN untuk mencari solusi atas kabut asap lintas batas yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan, Indonesia. Langkah ini diambil di tengah memburuknya kualitas udara di sejumlah wilayah Malaysia, khususnya Sarawak yang berbatasan langsung dengan Kalimantan.

Menteri Luar Negeri Malaysia, Datuk Seri Mohamad Hasan, menyatakan bahwa pihaknya akan mengirimkan surat resmi kepada Sekretariat ASEAN dalam waktu dekat. Surat tersebut akan disampaikan melalui Kementerian Sumber Daya Alam dan Kelestarian Lingkungan (NRES) Malaysia.

"Menteri NRES, Datuk Seri Arthur Joseph Kurup, juga akan mengirimkan surat kepada mitranya di Indonesia," ujar Hasan, seperti dikutip New Straits Times pada Jumat (21/8).

Hasan meyakini ASEAN merupakan mekanisme terbaik untuk menangani berbagai persoalan di antara negara-negara anggotanya. "Kami menilai Sekretariat ASEAN akan lebih efektif dalam menangani masalah ini," tambahnya.

Sementara itu, data dari portal Malaysian Air Pollutant Index Management System (APIMS) pada Sabtu (22/8) pukul 16.00 waktu setempat menunjukkan Serian di Sarawak mencatat indeks polusi udara (API) tertinggi, yakni 217, yang masuk kategori sangat tidak sehat. Sembilan wilayah lain di Sarawak juga berada dalam kategori tidak sehat, dengan Sri Aman mencatat 186, Sarikei 173, Kuching 171, dan Samarahan 170.

Sibu dan Samalaju masing-masing mencatat API 156, disusul Bintulu 153, Mukah 125, dan Kapit 108. Kondisi ini mendorong Malaysia untuk mengambil langkah diplomatik, termasuk membahas isu kabut asap dalam pertemuan bilateral dengan Brunei.

Pada Kamis (20/8), Komisaris Tinggi Malaysia untuk Brunei, Datuk Mohd Aini Atan, menyebut kabut asap menjadi salah satu topik yang dibahas dalam Konsultasi Tahunan Pemimpin Malaysia-Brunei ke-27 (ALC-27) yang digelar Sabtu (22/8). Sebelumnya, rangkaian pertemuan dimulai dengan Malaysia-Brunei Exchange of Letters ke-27 (EOL-27) pada Jumat (21/8).

Kabut asap akibat karhutla di Indonesia memang telah menjadi masalah rutin di Asia Tenggara, terutama bagi Malaysia dan Singapura. Krisis terburuk terjadi pada 1997-1998 dan 2015, ketika puluhan orang meninggal dan ribuan lainnya dirawat di rumah sakit akibat gangguan pernapasan dan jantung.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User