Capaian CKG Kota Pariaman Tembus 47,6 Persen, Menkes Puji Inovasi JEMPOL Puskesmas Marunggi

Menteri Kesehatan RI mengapresiasi inovasi JEMPOL CKG (Jemput Bola Cek Kesehatan Gratis) dari Puskesmas Marunggi, Kota Pariaman, yang berhasil mendongkrak cakupan skrining kesehatan hingga 47,6%, melampaui rata-rata provinsi dan target nasional. Inovasi ini dinilai sebagai model percontohan transformasi layanan primer berbasis komunitas.

Aug 30, 2026 - 03:46
Updated: 2 months ago
0
Capaian CKG Kota Pariaman Tembus 47,6 Persen, Menkes Puji Inovasi JEMPOL Puskesmas Marunggi
Capaian CKG Kota Pariaman Tembus 47,6 Persen, Menkes Puji Inovasi JEMPOL Puskesmas Marunggi

Kementerian Kesehatan RI memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi JEMPOL CKG (Jemput Bola Cek Kesehatan Gratis) yang dikembangkan oleh Puskesmas Marunggi, Kota Pariaman, Sumatera Barat. Apresiasi ini disampaikan langsung oleh Menteri Kesehatan dalam rapat koordinasi virtual yang digelar pada Kamis (21/8/2026) dari Ruang Rapat Walikota Pariaman.

Rapat strategis tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan tinggi Kemenkes, termasuk Wakil Menteri Kesehatan I dan II, Sekretaris Jenderal, para direktur jenderal, kepala badan dan pusat kebijakan, serta akademisi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) dan tim teknis nasional. Dalam forum itu, inovasi JEMPOL CKG dipaparkan oleh Fitriyanti, SKM, didampingi Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Pariaman dr. Hendri Putra, Kepala Puskesmas Marunggi Arrizki, SKM, Kepala Bidang Promkes Dinas Kesehatan Kota Pariaman Susrikawati, SKM, MM, serta sejumlah tenaga kesehatan setempat.

JEMPOL CKG membawa perubahan paradigma dalam pelayanan kesehatan dasar. Petugas kesehatan kini aktif mendatangi pemukiman warga dan tempat kerja untuk melakukan skrining kesehatan, bukan sekadar menunggu pasien datang ke puskesmas. Langkah proaktif ini terbukti mampu meningkatkan cakupan pemeriksaan kesehatan masyarakat secara signifikan.

Berdasarkan data evaluasi program, capaian Cek Kesehatan Gratis (CKG) Kota Pariaman menembus angka 47,6 persen. Angka ini melampaui rata-rata Provinsi Sumatera Barat yang berada di 38,7 persen, sekaligus melampaui target nasional sebesar 36 persen. Keberhasilan ini menunjukkan efektivitas pendekatan jemput bola dalam menjangkau masyarakat.

Tidak hanya melakukan pemeriksaan, penanganan pasca-skrining juga berjalan terintegrasi. Kasus temuan seperti hipertensi dan diabetes langsung ditindaklanjuti melalui program pendampingan SAHABAT OBAT dan kunjungan rumah berkala. Tingkat tatalaksana mencapai lebih dari 85 persen dari total kasus yang teridentifikasi, memastikan pasien mendapatkan perawatan lanjutan yang memadai.

Dari sisi tata kelola data, Puskesmas Marunggi memanfaatkan platform SIPINTER ILP untuk memastikan pencatatan hasil pemeriksaan terintegrasi secara real-time. Respons masyarakat terhadap pola pelayanan langsung ini sangat positif, tercermin dari indeks kepuasan publik yang mencapai 94,5 persen dengan predikat "Sangat Baik".

Menteri Kesehatan menilai model integrasi pelayanan primer berbasis komunitas ini menjadi percontohan konkret dalam mendekatkan akses layanan kesehatan berkualitas langsung ke tengah masyarakat. Apresiasi ini sekaligus menjadi dorongan bagi daerah lain untuk mengadopsi inovasi serupa dalam memperkuat transformasi layanan kesehatan primer di Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User