Stok Rudal Patriot Menipis, Zelensky Kesulitan Cegat Serangan Balistik Rusia
Militer Ukraina dilaporkan kehabisan rudal pencegat Patriot sehingga serangan balistik Rusia ke Kyiv dan Kharkiv nyaris tak terbendung. Zelensky menyebut stok interseptor hanya sepersepuluh dari kebutuhan, sementara lisensi produksi Patriot dari AS belum terealisasi. Ketegangan dengan Trump memuncak usai Washington meminta Kyiv menghentikan serangan ke kilang minyak Rusia.
Kemampuan pertahanan udara Ukraina berada dalam kondisi kritis. Militer negara itu dilaporkan telah kehabisan sistem pencegat rudal Patriot, membuat rudal balistik Rusia meluncur tanpa hambatan berarti. Sumber yang mengetahui situasi tersebut kepada CNN pada Kamis (15/10) menyebut hampir seluruh rudal balistik dari serangan terakhir Rusia tidak berhasil ditangkis akibat minimnya rudal pencegat.
Dampaknya terlihat pada Selasa (13/10), ketika rudal balistik Rusia menghantam tiga pembangkit listrik di Kyiv sekaligus menargetkan infrastruktur energi di Kharkiv. Serangan itu menewaskan empat orang dan melukai 25 lainnya.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memang sudah lama menyuarakan keluhan soal menipisnya stok rudal pencegat. Rudal Patriot buatan Amerika Serikat merupakan salah satu dari sedikit senjata yang mampu menembak jatuh rudal balistik, tetapi harganya mahal dan persediaannya terbatas secara global. Negara-negara pemiliknya pun kini lebih memilih memperkuat pertahanan sendiri di tengah memanasnya situasi di Timur Tengah.
Pada Agustus lalu, Zelensky mengaku kepada CNN telah melakukan jutaan panggilan telepon ke sekutu demi mendapatkan pasokan rudal Patriot. Saat itu ia terang-terangan menyebut Ukraina hanya memiliki sepersepuluh dari stok interseptor yang dibutuhkan. Harapan sempat muncul pada September ketika Zelensky mengeklaim akan menerima lisensi produksi rudal Patriot. Namun hingga kini Presiden AS Donald Trump belum mengonfirmasi hal tersebut, sehingga lisensi itu tak kunjung terwujud.
Hubungan Zelensky dan Trump justru memanas setelah AS menjalin kesepakatan dengan Rusia untuk mengimpor solar Moskow. Zelensky merasa dikhianati dan mengumumkan akan terus menyerang kilang minyak Rusia. Ketegangan makin tajam ketika awal pekan ini pemerintahan Trump mendesak Ukraina menghentikan serangan tersebut dengan alasan harga energi global melambung.
Menurut dua pejabat Eropa, Washington memperingatkan dapat menangguhkan pembelian senjata dan pertukaran intelijen jika Ukraina tidak menghentikan serangan ke kilang minyak Rusia. Peringatan itu disampaikan kepada pejabat Ukraina dan negara-negara Eropa. Trump belakangan menyalahkan perang Rusia-Ukraina sebagai penyebab kenaikan harga solar global, meski konfliknya dengan Iran disebut berperan lebih signifikan.
Di sisi lain, Ukraina juga menghadapi kendala pada layanan Starlink milik Elon Musk. Otoritas Ukraina menyatakan pembatasan kemampuan Starshield, jaringan satelit yang mendukung kebutuhan militer, telah mengacaukan operasi militer mereka. Dalam pernyataan di media sosial, Musk menegaskan semua batasan pada kecepatan maupun penggunaan Starshield sepenuhnya bergantung pada militer dan presiden AS. Gedung Putih dan Pentagon sejauh ini belum memberikan komentar.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)