IHSG Anjlok 8 Persen di Pembukaan, Media Asing Soroti Sinyal Penurunan Peringkat dari MSCI

IHSG anjlok 469,86 poin atau 8 persen pada pembukaan perdagangan setelah MSCI mempertimbangkan menurunkan status Indonesia dari pasar berkembang menjadi pasar mandiri. Media asing seperti Nikkei Asia, Financial Times, dan The Star menyoroti langkah MSCI yang dinilai sebagai kemunduran bagi pasar saham Indonesia.

Oct 16, 2026 - 20:02
Updated: 11 hours ago
0 0
IHSG Anjlok 8 Persen di Pembukaan, Media Asing Soroti Sinyal Penurunan Peringkat dari MSCI
IHSG Anjlok 8 Persen di Pembukaan, Media Asing Soroti Sinyal Penurunan Peringkat dari MSCI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia mengalami penurunan tajam sebesar 469,86 poin atau setara 8 persen pada pembukaan perdagangan. Aksi jual besar-besaran ini tidak hanya menjadi perhatian dalam negeri, tetapi juga menyita perhatian sejumlah media asing ternama.

Media yang berbasis di Jepang, Nikkei Asia, merilis laporan berjudul "Indonesia stocks plunge after MSCI signals possible downgrade in status". Dalam laporannya, Nikkei Asia menyebutkan bahwa anjloknya saham Indonesia terjadi setelah perusahaan jasa keuangan global Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengumumkan sedang mempertimbangkan untuk menurunkan peringkat indeks Indonesia dari pasar negara berkembang menjadi pasar mandiri (standalone market).

Menurut pernyataan MSCI yang dikutip Nikkei Asia, klasifikasi Indonesia sebagai Pasar Berkembang yang berkelanjutan dinilai sudah tidak lagi tepat. Oleh karena itu, MSCI meluncurkan konsultasi mengenai proposal untuk mengklasifikasikan ulang Indonesia sebagai Pasar Mandiri. Langkah ini digambarkan sebagai tanda kemunduran di tengah upaya Indonesia mempertahankan statusnya sebagai pasar negara berkembang.

Status mandiri sendiri berarti suatu negara tidak memenuhi standar yang diperlukan untuk dimasukkan ke dalam salah satu dari tiga tingkatan pasar utama MSCI, yakni negara maju, negara berkembang, atau negara perbatasan. Hanya sejumlah kecil negara yang masuk dalam kategori berdiri sendiri, seperti Argentina, sementara negara lain seperti Iran dan Irak bahkan tidak tercakup dalam indeks MSCI.

MSCI sebelumnya telah memberikan peringatan mengenai kemungkinan penurunan peringkat Indonesia. Penyedia indeks global tersebut mengkhawatirkan masalah transparansi pasar yang minim, konsentrasi kepemilikan saham, dan praktik perdagangan orang dalam. Indonesia saat ini tercatat sebagai pasar saham dengan kinerja terburuk tahun ini.

Selain Nikkei Asia, media berbasis di Inggris Financial Times (FT) juga memberitakan hal serupa dengan judul "Indonesia stock plunge after MSCI says market could be cut from indices". Media Malaysia The Star turut melaporkan dengan judul "Jakarta stocks plunge 11% as MSCI set to drop Indonesia from indexes". Ketiga media internasional tersebut menyoroti dampak signifikan dari sinyal MSCI terhadap pasar saham Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User