Sewa Robot Pembersih Rumah Rp535 Ribu per Jam, Cuma Bisa di Kota Ini

Startup Tau Robotics membuka program sewa robot humanoid untuk membersihkan rumah di San Francisco dengan tarif Rp535 ribu per jam. Robot bernama Chelsea dan Elon ini diklaim mampu menyedot debu, membersihkan meja, dan membuang sampah, namun masih diawasi teknisi manusia dari jarak jauh. Perusahaan menargetkan layanan 1.000 kali seminggu pada 2027.

Sep 04, 2026 - 12:05
Updated: 2 months ago
0
Sewa Robot Pembersih Rumah Rp535 Ribu per Jam, Cuma Bisa di Kota Ini
Sewa Robot Pembersih Rumah Rp535 Ribu per Jam, Cuma Bisa di Kota Ini

Startup teknologi asal Amerika Serikat, Tau Robotics, memperkenalkan layanan sewa robot humanoid yang dirancang untuk membantu pekerjaan rumah tangga. Layanan ini ditawarkan dengan tarif US$30 atau sekitar Rp535 ribu per jam dan saat ini hanya tersedia untuk 1.000 pelanggan pertama di San Francisco.

Robot-robot tersebut diberi nama seperti Chelsea dan Elon, mengenakan seragam hitam, dan diklaim mampu melakukan berbagai tugas seperti menyedot debu, membersihkan meja dapur, serta membuang sampah. Setiap unit robot dilaporkan memiliki nilai mencapai Rp893 juta dan dilatih menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).

CEO Tau Robotics, Alexander Koch, menjelaskan bahwa robot-robot ini awalnya dilatih untuk meniru gerakan manusia sebelum akhirnya diharapkan mampu melampaui kemampuan manusia. "Awalnya, mereka dilatih untuk meniru kinerja manusia, dan kemudian mereka akan dilatih untuk melampaui kinerja manusia," ujarnya kepada CBS News, Selasa (11/8).

Meski terlihat futuristik, layanan ini masih dalam tahap uji coba terbatas dan hanya bisa diakses melalui undangan. Koch mengungkapkan rencana perusahaan untuk meningkatkan frekuensi layanan menjadi 1.000 kali per minggu di San Francisco pada 2027, sebelum berekspansi ke kota-kota lain dan pasar global.

Namun, para ahli menilai teknologi robot humanoid untuk rumah tangga masih membutuhkan waktu lima hingga sepuluh tahun lagi agar benar-benar dapat diandalkan. Saat ini, robot-robot Tau masih dikendalikan dari jarak jauh oleh teknisi manusia yang menggunakan kacamata VR untuk melihat melalui kamera di mata robot. Teknisi baru turun tangan jika robot mengalami kendala.

Koch mengakui keterbatasan robotnya, misalnya tidak bisa menaiki tangga atau menentukan area yang perlu disedot. "Robot Tau tidak bisa melakukan semuanya sendiri. Misalnya, ia tidak tahu cara menaiki tangga. Ia tidak tahu di mana harus menyedot debu. Saat ini, sebagian besar perintah masih diarahkan oleh manusia," jelasnya.

Di sisi lain, muncul kekhawatiran terkait keamanan dan privasi. Ken Goldberg, profesor teknik dari Universitas California, menilai robot humanoid masih relatif ceroboh dan berisiko jika terjatuh. Ia juga menyoroti potensi robot mencubit orang dengan pencapitnya serta merekam barang pribadi seperti kuitansi dan tagihan.

Menanggapi kritik tersebut, Koch menyatakan timnya terus memantau robot untuk mencegah insiden. Jika terjadi masalah, teknisi dapat mengaktifkan mode aman yang membuat robot berbaring di lantai. Perusahaan juga mengklaim memiliki kendali penuh atas data yang dikumpulkan karena seluruh sistem kamera, jaringan, dan komputer milik mereka sendiri. Koch menargetkan pengurangan jumlah teknisi pengawas pada 2028 atau 2029 seiring meningkatnya kemandirian robot.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User