Sejarah Baru Sepakbola Sumbar, Payakumbuh Raih Emas Porprov 2026 Usai Drama Extra Time

Kota Payakumbuh mencetak sejarah dengan meraih medali emas perdana sepakbola Porprov XVI Sumbar 2026 setelah mengalahkan Kota Sawahlunto 2-1 lewat extra time. Kemenangan dramatis ini tak lepas dari kolaborasi manajemen, tim teknis, pelatih, dan pemain, termasuk peran Direktur Teknik Dedi Umar Putra sebagai coach analyst.

Oct 16, 2026 - 12:03
Updated: 20 hours ago
0 0
Sejarah Baru Sepakbola Sumbar, Payakumbuh Raih Emas Porprov 2026 Usai Drama Extra Time
Sejarah Baru Sepakbola Sumbar, Payakumbuh Raih Emas Porprov 2026 Usai Drama Extra Time

Kota Payakumbuh berhasil menorehkan sejarah baru dalam dunia sepakbola Sumatera Barat. Pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumbar 2026, tim berjuluk Kota Biru itu mengamankan medali emas perdana sepanjang keikutsertaan mereka di Porprov Sumbar.

Gelar juara diraih setelah laga final yang berlangsung sengit di Stadion Utama Sumbar, Rabu (14/10/2026). Payakumbuh menaklukkan Kota Sawahlunto dengan skor 2-1 melalui perpanjangan waktu. Kemenangan ini menjadi puncak perjalanan panjang yang penuh liku.

Sejak fase grup, Payakumbuh tampil impresif dengan catatan sempurna. Mereka mengalahkan Kabupaten Pasaman 5-1, membungkam Solok Selatan 5-0, dan menutup fase grup dengan kemenangan 3-0 atas Dharmasraya. Dominasi tersebut membawa mereka melaju ke babak delapan besar.

Di perempat final, tantangan berat datang dari Kota Pariaman. Laga berjalan ketat hingga harus diselesaikan lewat adu penalti, terlebih Payakumbuh bermain dengan 10 pemain. Meski demikian, mereka berhasil menang dan melangkah ke semifinal. Di fase empat besar, Payakumbuh kembali menunjukkan kelasnya dengan mengandaskan Tanah Datar 3-0.

Partai final melawan Sawahlunto tidak berjalan mudah. Payakumbuh sempat tertinggal lebih dulu, bahkan harus bermain dengan sembilan pemain akibat insiden yang dipicu pelanggaran keras pemain lawan. Namun, fokus dan ketenangan tim tetap terjaga. Berkat penyesuaian taktik serta daya juang pemain, mereka mampu membalikkan keadaan dan mengunci kemenangan 2-1.

Pelatih kepala Kota Payakumbuh, Zulka Hendra, memaknai medali emas ini sebagai buah dari proses panjang, kerja keras, pengorbanan, keyakinan, dan doa. "Sejarah itu tercipta! Di balik kemenangan, ada proses panjang yang tak selalu terlihat. Ada lelah yang disembunyikan, air mata yang ditahan, pengorbanan yang tak terhitung, dan doa yang tak pernah putus," ujarnya.

Zulka menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan karena timnya yang paling hebat, melainkan karena usaha dan keyakinan bahwa setiap ikhtiar sungguh-sungguh tidak akan sia-sia. Ia pun mempersembahkan medali emas tersebut untuk seluruh masyarakat Kota Payakumbuh. "Ini adalah kemenangan kita bersama masyarakat Kota Payakumbuh," ucapnya.

Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua PSSI Payakumbuh, H. April, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas daya juang seluruh elemen tim. Menurutnya, semangat luar biasa para pemain dan perangkat tim patut dibanggakan, terutama karena mampu bangkit setelah sempat tertinggal.

Di balik kesuksesan ini, peran Direktur Teknik (Dirtek) yang juga bertindak sebagai Coach Analyst, Dedi Umar Putra, turut menjadi catatan manis. Ia berkolaborasi aktif dengan pelatih kepala dan jajaran teknis lainnya dalam persiapan, evaluasi, hingga pengambilan keputusan tim. Analisisnya mencakup pola permainan, pergerakan pemain, organisasi pertahanan, transisi, dan efektivitas serangan, yang kemudian dijadikan bahan perbaikan.

Meski demikian, Zulka Hendra menegaskan bahwa prestasi tertinggi ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh unsur tim, bukan kontribusi satu posisi atau individu saja. "Alhamdulillah, medali emas ini tetap merupakan hasil kerja kolaboratif pemain, pelatih kepala, staf pendukung, pengurus, dan unsur lain yang terlibat," tegasnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User