150 Ton Benih Jagung Hibrida Kobana Dikirim Perdana dari Solok ke Sulawesi Selatan

Bupati Solok Jon Firman Pandu melepas pengiriman perdana 150 ton benih jagung hibrida Kobana ke Sulawesi Selatan. Langkah ini menjadi awal pengembangan komoditas jagung di Kabupaten Solok, dengan sekitar 10 persen dari 23.000 hektare lahan sawah yang kurang optimal untuk beras akan didorong untuk pertanian jagung, didukung APBD melalui Dinas Pertanian.

Oct 16, 2026 - 16:02
Updated: 16 hours ago
0 0
150 Ton Benih Jagung Hibrida Kobana Dikirim Perdana dari Solok ke Sulawesi Selatan
150 Ton Benih Jagung Hibrida Kobana Dikirim Perdana dari Solok ke Sulawesi Selatan

Kabupaten Solok mulai memperluas peran di sektor pertanian melalui pengiriman perdana benih jagung hibrida Kobana ke Provinsi Sulawesi Selatan. Sebanyak 150 ton benih dilepas langsung oleh Bupati Solok, Jon Firman Pandu, dalam kegiatan yang berlangsung di Kantor CNM, Kelurahan Kampung Jawa, Kota Solok, Kamis (15/10/2026).

Langkah ini disebut sebagai salah satu upaya strategis untuk mendorong pengembangan komoditas jagung di Kabupaten Solok sekaligus memperkuat kontribusi daerah terhadap ketahanan pangan nasional. Pengiriman perdana tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi perluasan pasar dan pengembangan jagung di wilayah itu.

Direktur Utama PT Citra Mandiri Kobana Solok, Nofi Candra, menilai pengembangan jagung di Kabupaten Solok perlu menjadi perhatian bersama agar potensi pertanian daerah semakin beragam. Menurutnya, Solok tidak seharusnya hanya dikenal karena beras, tetapi juga mampu berbicara soal jagung.

"Kita ingin Solok ke depannya tidak hanya berbicara soal beras, tetapi juga jagung," ujar Nofi Candra. Ia berharap pengiriman perdana benih jagung hibrida Kobana ini menjadi awal pengembangan komoditas jagung yang lebih luas dan membuka peluang peningkatan peran Kabupaten Solok di sektor pertanian.

Bupati Solok, Jon Firman Pandu, menyampaikan harapan serupa. Menurutnya, pelepasan 150 ton benih jagung hibrida tersebut dapat menjadi contoh sekaligus mendorong Kabupaten Solok menjadi salah satu daerah penghasil jagung yang berkontribusi menjaga ketahanan pangan.

"Harapan kita, melalui pelepasan 150 ton benih jagung hibrida ini, Kabupaten Solok dapat menjadi contoh dan menjadi daerah penghasil jagung yang berkontribusi menjaga ketahanan pangan," kata Bupati.

Ia menjelaskan, Kabupaten Solok memiliki sekitar 23.000 hektare lahan sawah. Ke depan, lahan yang dinilai kurang optimal untuk produksi beras akan diarahkan untuk pengembangan komoditas jagung. Menurutnya, sekitar 10 persen dari total lahan tersebut akan didorong untuk pertanian jagung.

"Dari 23.000 hektare lahan sawah kita, mana yang kurang mumpuni dalam produksi beras, maka akan kita dorong sekitar 10 persen dari total lahan untuk pertanian jagung ini," jelasnya.

Bupati juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Solok melalui Dinas Pertanian akan terus mendukung pengembangan program tersebut, termasuk melalui dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). "Melalui Dinas Pertanian nantinya, APBD tentu akan terus mendukung pengembangan program ini," tegasnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User