Rupiah Pagi Ini Melemah ke Rp18.173, Analis Sebut Masih Ada Tekanan Lanjutan

Nilai tukar rupiah melemah 17 poin atau 0,09 persen ke level Rp18.173 per dolar AS pada perdagangan Rabu pagi. Analis memperkirakan rupiah masih berpotensi melemah seiring penguatan indeks dolar AS menjelang pertemuan FOMC, ditambah tekanan harga minyak tinggi dan aksi jual bersih investor asing di pasar saham domestik.

Oct 28, 2026 - 04:02
Updated: 11 hours ago
0
Rupiah Pagi Ini Melemah ke Rp18.173, Analis Sebut Masih Ada Tekanan Lanjutan
Rupiah Pagi Ini Melemah ke Rp18.173, Analis Sebut Masih Ada Tekanan Lanjutan

Nilai tukar rupiah dibuka melemah pada perdagangan Rabu (28/10) pagi. Mata uang Garuda berada di level Rp18.173 per dolar AS, turun 17 poin atau 0,09 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Pelemahan rupiah terjadi di tengah pergerakan mata uang kawasan Asia yang bervariasi terhadap dolar AS. Peso Filipina menguat 0,14 persen, ringgit Malaysia terapresiasi 0,13 persen, dan dolar Hong Kong naik tipis 0,01 persen.

Sebaliknya, won Korea Selatan melemah 0,66 persen, dolar Singapura turun 0,05 persen, yuan China terdepresiasi 0,02 persen, dan yen Jepang melemah 0,01 persen. Sementara itu, mata uang utama negara maju juga bergerak bervariasi, dengan dolar Australia menguat 0,22 persen, sedangkan dolar Kanada melemah 0,07 persen, franc Swiss turun 0,08 persen, poundsterling Inggris terdepresiasi 0,05 persen, dan euro Eropa melemah 0,01 persen.

Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong menilai rupiah masih berpotensi melemah di tengah penguatan indeks dolar AS menjelang pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada Rabu malam waktu setempat.

"Rupiah diperkirakan masih berpotensi melemah di tengah kenaikan indeks dolar AS akibat antisipasi sikap hawkish The Fed dalam pertemuan FOMC malam ini. Harga minyak yang masih tinggi dan aksi jual bersih investor asing di pasar saham domestik juga masih membebani rupiah," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.

Untuk perdagangan hari ini, Lukman memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp18.100 hingga Rp18.200 per dolar AS. Proyeksi itu mencerminkan tekanan eksternal yang masih membayangi pergerakan mata uang Garuda.

Dengan demikian, pasar akan mencermati hasil pertemuan FOMC sebagai salah satu faktor yang menentukan arah rupiah selanjutnya, di samping perkembangan harga minyak dan arus investor asing di pasar saham domestik.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User