Alvin Tedjo Menang Pilkada Kanada, Menlu Singapura Singgung Karhutla di Jakarta

Politikus keturunan Indonesia-China Alvin Tedjo terpilih sebagai Wali Kota Mississauga, Kanada, mengalahkan petahana Carolyn Parrish dan Bonnie Crombie. Di Jakarta, Menlu Singapura Vivian Balakhrisnan menemui Menlu RI Arrmanatha Nasir dan membahas kabut asap karhutla dengan menggunakan bahasa Indonesia. Sementara itu, Menhan Inggris Wes Streeting meminta warganya bersiap menghadapi kemungkinan perang dalam 1.000 hari.

Oct 28, 2026 - 00:02
Updated: 11 hours ago
0
Alvin Tedjo Menang Pilkada Kanada, Menlu Singapura Singgung Karhutla di Jakarta
Alvin Tedjo Menang Pilkada Kanada, Menlu Singapura Singgung Karhutla di Jakarta

Politikus keturunan Indonesia dan Tionghoa, Alvin Tedjo, berhasil memenangkan kursi Wali Kota Mississauga di Kanada. Berdasarkan penghitungan suara tidak resmi pemerintah kota hingga Senin (26/10) pukul 23.30 waktu setempat, Tedjo unggul jauh dengan 74.479 suara.

Kemenangan ini diraih Tedjo setelah mengalahkan dua kandidat kuat, yakni petahana Carolyn Parrish yang meraih 51.853 suara dan pemimpin Partai Liberal Ontario, Bonnie Crombie, dengan 43.191 suara. Crombie sendiri merupakan mantan Wali Kota Mississauga. Hampir seluruh tempat pemungutan suara telah melaporkan hasilnya.

Tedjo adalah politikus berdarah Indonesia-Tionghoa. Kedua orang tuanya menetap di Mississauga saat ia masih berusia 4 tahun. Ia tumbuh besar di pusat kota, bahkan dapat melihat Balai Kota dari depan rumahnya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakhrisnan melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir di Jakarta pada Selasa (27/10). Pertemuan itu berlangsung di tengah isu kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Dalam pertemuan tersebut, Vivian menggunakan bahasa Indonesia saat membahas kabut asap. "El Nino adalah fenomena yang semula jadi [alami]. Kebakaran hutan dan lahan disebabkan aksi manusia," kata Vivian.

Ia menambahkan, "Jadi kita ada tanggung jawab untuk menyelamatkan kesehatan semua orang, semua warga negara Indonesia dan Singapura." Vivian berharap pemerintah Indonesia dan Singapura dapat bekerja sama mengatasi tantangan tersebut.

Di sisi lain, Menteri Pertahanan Inggris Wes Streeting meminta warga negaranya bersiap menghadapi kemungkinan pecah perang di Eropa dalam 1.000 hari lagi. Ia menyerukan agar warga mengumpulkan stok bahan makanan dan minuman untuk mengantisipasi kesulitan pangan jika perang terjadi.

Streeting menyebut musuh-musuh Inggris akan bersiap menyerang pada 2030. Dengan demikian, Inggris dan aliansi NATO hanya memiliki waktu tiga tahun untuk melakukan persiapan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User