Tragedi Penembakan di Erie Pennsylvania, 8 Orang Tewas Termasuk Perempuan Hamil dan Dua Anak

Penembakan di sebuah rumah di Erie, Pennsylvania, menewaskan delapan orang, termasuk seorang perempuan hamil dan dua anak. Pelaku berusia 45 tahun ditemukan tewas akibat luka tembak yang diduga ditimbulkan sendiri. Polisi masih menyelidiki motif insiden yang menambah daftar panjang kekerasan bersenjata di Amerika Serikat sepanjang 2026.

Oct 11, 2026 - 16:02
Updated: 14 hours ago
0 0
Tragedi Penembakan di Erie Pennsylvania, 8 Orang Tewas Termasuk Perempuan Hamil dan Dua Anak
Tragedi Penembakan di Erie Pennsylvania, 8 Orang Tewas Termasuk Perempuan Hamil dan Dua Anak

Insiden penembakan di sebuah rumah di Erie, Pennsylvania, Amerika Serikat, mengakibatkan delapan orang tewas. Korban terdiri dari seorang perempuan hamil, dua anak-anak, serta sejumlah anggota keluarga lain. Peristiwa nahas itu terjadi pada Jumat (9/10) malam waktu setempat dan menjadi salah satu tragedi kekerasan bersenjata terbaru di negara tersebut.

Kepala Kepolisian Erie Rick Lorah menyatakan bahwa pria berusia 45 tahun yang diduga sebagai pelaku juga ditemukan tewas. Ia diduga tewas akibat luka tembak yang ditimbulkan sendiri. Pelaku meninggal sebelum petugas kepolisian tiba di lokasi kejadian. Hingga kini, identitas pria tersebut belum diumumkan secara resmi oleh pihak berwenang.

Lorah mengungkapkan bahwa dari sembilan orang yang tewas, delapan di antaranya merupakan anggota keluarga, sementara satu korban lainnya adalah teman keluarga. Menurutnya, setelah memasuki rumah, pelaku sempat keluar dan menembak dua perempuan yang terlihat tertekan. Kedua perempuan itu diketahui mondar-mandir mencari bantuan dari tetangga. Polisi kemudian menemukan pelaku di lantai dua rumah di Perry Street.

"Beberapa lokasi kejadian akan terus membekas dalam ingatan Anda, bahkan lama setelah Anda meninggalkannya. Ini salah satu kejadian tragis tersebut," ujar Lorah dalam konferensi pers pada Sabtu (10/10), seperti dikutip dari Reuters.

Wali Kota Erie Daria Devlin menyampaikan apresiasinya terhadap petugas kepolisian yang menghadapi situasi mengerikan di lokasi kejadian. "Departemen kepolisian tiba di lokasi yang mengerikan, menghadapi keadaan yang sulit dibayangkan, dan menjalankan tugas mereka dengan keberanian dan profesionalisme," kata Devlin. Ia juga menegaskan bahwa para petugas merupakan bagian dari komunitas setempat yang turut merasakan dampak dari tragedi tersebut.

Gubernur Pennsylvania Josh Shapiro sebelumnya telah menyampaikan pernyataan belasungkawa dan dukungan setelah berbicara dengan Devlin. Ia menyebut insiden tersebut sebagai penembakan massal yang tragis. Pernyataan itu menegaskan besarnya perhatian pemerintah negara bagian terhadap kasus ini.

Penembakan di Erie menambah daftar panjang insiden kekerasan bersenjata di Amerika Serikat. Berdasarkan data Gun Violence Archive, lebih dari 400 penembakan massal tercatat di AS sepanjang 2026. Organisasi tersebut mendefinisikan penembakan massal sebagai insiden ketika sedikitnya empat orang ditembak, tidak termasuk pelaku. Data yang sama juga mencatat penembakan massal terakhir di Pennsylvania sebelum insiden Erie terjadi di Philadelphia pada Juli 2026.

Hingga saat ini, polisi masih menyelidiki kasus penembakan di Erie, termasuk motif pelaku dan rangkaian kejadian yang menewaskan sembilan orang tersebut. Pihak berwenang belum merilis informasi lebih lanjut mengenai latar belakang insiden yang mengguncang komunitas setempat itu.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User