Wali Kota Padang Murka Perangkat Peringatan Dini Banjir Dicuri, Polisi Kerahkan Dua Tim Klewang

Wali Kota Padang Fadly Amran mengecam pencurian komponen Early Warning System (EWS) banjir di enam titik. Dua laporan polisi mencatat kerugian total sekitar Rp10,8 juta. Polresta Padang mengerahkan dua tim Klewang untuk mengusut dan menangkap pelaku.

Oct 10, 2026 - 16:02
Updated: 9 hours ago
0 0
Wali Kota Padang Murka Perangkat Peringatan Dini Banjir Dicuri, Polisi Kerahkan Dua Tim Klewang
Wali Kota Padang Murka Perangkat Peringatan Dini Banjir Dicuri, Polisi Kerahkan Dua Tim Klewang

Wali Kota Padang, Fadly Amran, angkat bicara soal hilangnya sejumlah komponen pendukung Early Warning System (EWS) atau sistem peringatan dini banjir di Kota Padang, Sumatera Barat. Kecaman itu disampaikannya saat meninjau sejumlah lokasi titik banjir yang melanda Kota Padang, Sabtu (10/10/2026).

Menurut Fadly, tindakan pencurian perangkat mitigasi bencana tersebut tidak dapat dibenarkan. Ia pun meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus itu dan menangkap pelakunya. Tidak hanya itu, ia juga mengajak seluruh masyarakat meningkatkan kesadaran untuk bersama-sama menjaga sarana yang mendukung mitigasi bencana.

Diketahui, sensor EWS banjir di Padang tersebar di enam titik, yakni Lubuk Minturun, Batu Busuak, Guo, Timbalun, Karang Putih, dan Rimbo Lasuang. Perangkat ini berfungsi memantau kondisi lingkungan sekaligus menyampaikan peringatan dini kepada warga.

Kasus dugaan pencurian ini telah dilaporkan ke Polresta Padang melalui dua laporan. Laporan pertama tertanggal Jumat (9/10/2026) menyangkut dugaan pencurian satu aki deep cycle 12 volt 100 Ah dan tiga panel surya 100 watt peak (WP) di Jembatan Rimbo Lasuang, kawasan Pasa Lalang, Kecamatan Kuranji. Peristiwa itu diduga terjadi pada Kamis (8/10/2026) sekitar pukul 09.00 WIB dengan kerugian diperkirakan Rp9,3 juta.

Sementara laporan kedua terkait dugaan pencurian satu lampu rotary LED di Jalan Lubuk Sarik Beringin, RT 003 RW 002, Kelurahan Lubuk Sarik, Kecamatan Lubuk Kilangan. Peristiwa itu diduga terjadi pada Kamis (24/9/2026) sekitar pukul 10.19 WIB, dengan kerugian diperkirakan Rp1,5 juta. Total kerugian dari kedua laporan tersebut sekitar Rp10,8 juta.

Dugaan pencurian ini terungkap setelah terjadi gangguan pengiriman sinyal perangkat. Pemeriksaan yang dilakukan kemudian menemukan sejumlah komponen EWS diduga telah hilang.

Kasubnit Opsnal Satreskrim Polresta Padang, Ipda Ryan Fermana, membenarkan pihaknya telah menerima dua laporan tersebut dan langsung menyelidiki rangkaian kejadian. Ia memastikan kasus ini mendapat atensi serius.

"Kami atensi, dua tim Klewang sudah mendapat laporan ini, mudah-mudahan kami berhasil mengungkap dan menangkap pelaku," kata Ryan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User