Banjir Kepung Padang, Kapolda Sumbar Baru Dilantik Langsung Kerahkan 300 Personel

Hujan deras sejak Sabtu (10/10) siang hingga malam menyebabkan banjir di sejumlah wilayah Kota Padang, terutama Kecamatan Koto Tangah dan Kuranji. Kapolda Sumbar Irjen Pol Jawari yang baru menjabat kurang dari sepekan langsung mengerahkan 300 personel gabungan untuk evakuasi dan menjaga rumah warga yang ditinggal mengungsi. Personel disiagakan 24 jam di lokasi terdampak.

Oct 11, 2026 - 12:03
Updated: 18 hours ago
0 0
Banjir Kepung Padang, Kapolda Sumbar Baru Dilantik Langsung Kerahkan 300 Personel
Banjir Kepung Padang, Kapolda Sumbar Baru Dilantik Langsung Kerahkan 300 Personel

Hujan deras yang mengguyur Kota Padang, Sumatera Barat, sejak Sabtu (10/10) siang hingga malam memicu banjir di sejumlah kawasan. Genangan air merendam permukiman warga, khususnya di Kecamatan Koto Tangah dan Kuranji. Perumahan Lumin Park menjadi salah satu titik yang terdampak, begitu pula permukiman di sepanjang aliran Sungai Kuranji.

Luapan air yang terus naik memaksa warga menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman. Ratusan kepala keluarga dilaporkan mengungsi untuk menghindari ancaman banjir yang mengepung tempat tinggal mereka.

Menanggapi situasi tersebut, Kepolisian Daerah Sumatera Barat bergerak cepat menyalurkan bantuan. Kapolda Sumbar, Irjen Pol. Drs. Jawari, S.H., M.H., langsung memerintahkan pengerahan sekitar 300 personel gabungan untuk membantu penanganan banjir di Kota Padang.

Personel yang diterjunkan meliputi anggota Brimob, Samapta, serta jajaran Polda Sumbar. Mereka disiagakan untuk membantu warga yang membutuhkan pertolongan di kawasan terdampak. Meski baru menjabat sebagai Kapolda Sumbar kurang dari satu pekan, Jawari langsung mengambil langkah tanggap setelah menerima informasi mengenai banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Padang. Ia bahkan turun langsung ke lapangan untuk membantu masyarakat.

Menurut Jawari, pengerahan ratusan personel tidak hanya difokuskan pada upaya membantu warga, tetapi juga untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban tetap terjaga selama bencana berlangsung. Personel kepolisian disiagakan selama 24 jam di sejumlah lokasi terdampak banjir guna mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat membahayakan masyarakat.

Salah satu perhatian utama kepolisian adalah rumah-rumah warga yang ditinggalkan pemiliknya karena harus mengungsi. Petugas ditempatkan di kawasan permukiman untuk melakukan pemantauan dan menjaga rumah warga agar terhindar dari potensi tindak kriminal selama pemiliknya berada di pengungsian.

"Personel itu disiagakan selama 24 jam di lokasi. Mereka juga menjaga rumah-rumah penduduk yang ditinggalkan pemiliknya untuk mengungsi," kata Jawari.

Ia menambahkan, pengamanan tersebut merupakan bentuk perlindungan kepada masyarakat yang sedang menghadapi musibah. Dengan kehadiran petugas di lapangan, warga diharapkan lebih tenang saat menyelamatkan diri dan keluarga.

Di tengah cuaca ekstrem dan ancaman banjir, jajaran Polda Sumbar terus berupaya membantu masyarakat sesuai kebutuhan di lapangan. Keselamatan warga serta keamanan lingkungan menjadi perhatian utama dalam penanganan bencana ini. Kepolisian juga mengimbau warga yang tinggal di sekitar aliran sungai dan kawasan rawan banjir agar tetap waspada terhadap kemungkinan naiknya debit air, mengutamakan keselamatan, dan segera menuju tempat aman apabila kondisi membahayakan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User