Pilot WNI Bikin Pesawat Ethiopian Airlines Dilarang Mendarat di Israel, Kru Terpaksa Diganti di Udara
Pesawat kargo Ethiopian Airlines dilarang mendarat di Israel karena pilotnya berkewarganegaraan Indonesia. Larangan itu bagian dari aturan baru Israel yang melarang kru dari negara tanpa hubungan diplomatik masuk, setelah insiden pembajakan pesawat Flydubai oleh pilot asal Oman pada 30 September. Pesawat putar balik ke Addis Ababa dan pilot diganti di udara.
JAKARTA - Sebuah pesawat kargo milik Ethiopian Airlines terpaksa membatalkan pendaratan di Israel dan berbalik arah ke Addis Ababa. Penyebabnya, pilot pesawat tersebut berkewarganegaraan Indonesia atau WNI. Peristiwa ini terjadi pada Minggu (11/10) malam waktu setempat, hanya dua pekan setelah insiden upaya pembajakan pesawat Flydubai.
Larangan mendarat itu muncul setelah Ethiopian Airlines mengirimkan daftar awak kabinnya kepada otoritas Israel. Menurut laporan Channel 13 pada Senin (12/10), daftar kru tersebut baru diserahkan setelah pesawat lepas landas. Akibatnya, pesawat yang sudah berada di langit terpaksa diputar balik.
Situs berita Ynet melaporkan bahwa pesawat kembali ke Addis Ababa sambil membuang bahan bakar ke laut dalam perjalanan. Pilot yang berkewarganegaraan Indonesia kemudian digantikan oleh pilot lain yang memiliki izin untuk mendarat di Israel.
Kementerian Perhubungan Israel diketahui telah memperketat aturan bagi maskapai asing yang terbang ke negara itu. Aturan baru melarang masuknya anggota kru yang berasal dari negara yang tidak menjalin hubungan diplomatik dengan Israel.
Kebijakan ini diberlakukan setelah insiden pada 30 September, ketika seorang pilot Flydubai asal Oman mencoba membajak dan menabrakkan pesawatnya ke Bandara Ben Gurion. Dalam aksi itu, pilot tersebut menikam kopilotnya, namun berhasil digagalkan setelah penumpang melakukan intervensi.
Peristiwa tersebut memicu penyelidikan yang mengungkap bahwa selama bertahun-tahun Kementerian Perhubungan Israel tidak menjalankan tanggung jawabnya dalam memeriksa keamanan maskapai asing dan awak kabin yang terbang ke Israel. Pilot dan awak pesawat dari Iran, Irak, Lebanon, serta Pakistan disebut dapat dengan mudah terbang ke Israel selama beberapa tahun terakhir.
Pekan lalu, Kementerian Perhubungan Israel akhirnya merilis surat yang menyatakan bahwa operator pesawat tidak boleh mengizinkan warga negara musuh menjadi pilot, awak pesawat, atau bahkan melakukan perjalanan ke Israel. Kementerian akan melakukan penilaian berkala untuk memastikan operator menerapkan program, langkah, dan prosedur yang diperlukan guna mengatasi ancaman dan risiko penerbangan ke Tel Aviv.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)