Bandara Riyadh Kembali Ditutup hingga 17 Oktober Usai Serangan Houthi Tewaskan 13 Orang

Otoritas Arab Saudi memperpanjang penutupan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh hingga 17 Oktober pukul 21.00 waktu setempat setelah serangan Houthi pada 10 Oktober menewaskan 13 orang dan melukai ratusan lainnya. Penangguhan dilakukan untuk menyelesaikan prosedur keselamatan dan persiapan fasilitas bandara. Sejumlah maskapai seperti Lufthansa dan Air France-KLM turut membatalkan penerbangan ke Riyadh.

Oct 13, 2026 - 04:02
Updated: 9 hours ago
0 0
Bandara Riyadh Kembali Ditutup hingga 17 Oktober Usai Serangan Houthi Tewaskan 13 Orang
Bandara Riyadh Kembali Ditutup hingga 17 Oktober Usai Serangan Houthi Tewaskan 13 Orang

Otoritas Arab Saudi resmi memperpanjang penangguhan operasional Bandara Internasional King Khalid di Riyadh hingga Sabtu, 17 Oktober, pukul 21.00 waktu setempat. Keputusan ini diambil setelah bandara tersebut menjadi sasaran serangan kelompok milisi Houthi dari Yaman pada akhir pekan lalu.

Otoritas penerbangan sipil Saudi pada Senin, 12 Oktober, menyatakan bahwa penangguhan operasional bandara tersibuk kedua di negara itu diperlukan untuk menyelesaikan berbagai prosedur demi menjamin keselamatan pengunjung dan staf. Selain itu, penangguhan juga bertujuan mempersiapkan kembali fasilitas-fasilitas di bandara yang terdampak serangan.

Serangan yang terjadi pada Sabtu, 10 Oktober, mengakibatkan 13 orang meninggal dunia. Ratusan orang lainnya mengalami luka-luka akibat reruntuhan bangunan di area bandara. Insiden ini tercatat sebagai serangan paling mematikan di Arab Saudi dalam kurun waktu lebih dari 10 tahun terakhir.

Pada Minggu, satu orang dilaporkan tewas dan belasan lainnya terluka dalam serangan terpisah di negara tersebut. Sementara itu, pada Senin malam, Houthi mengklaim kembali melancarkan serangan ke bandara di Riyadh, namun berhasil ditangkis oleh pasukan Saudi.

Rangkaian serangan ini menandai salah satu gangguan paling signifikan terhadap penerbangan Saudi dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut semakin menambah tekanan pada industri penerbangan yang sebelumnya sudah menghadapi tantangan konflik di Timur Tengah serta lonjakan harga bahan bakar jet akibat eskalasi tersebut.

Data dari situs pelacak lalu lintas udara Flightradar24 menunjukkan sejumlah pesawat menghindari Riyadh pada Senin menyusul serangan dua hari sebelumnya. Tingkat pembatalan penerbangan di seluruh bandara Arab Saudi tercatat mencapai 46,4 persen, berdasarkan data perusahaan analisis penerbangan Cirium.

Sejumlah maskapai internasional turut mengambil langkah antisipatif. Lufthansa Group memutuskan membatalkan semua penerbangan ke Riyadh hingga 16 Oktober. Air France-KLM juga memperpanjang penangguhan penerbangan dari dan ke Riyadh hingga akhir bulan. Etihad Airways Abu Dhabi turut memperpanjang pembatalan penerbangan ke kota tersebut.

Delta Air Lines menyatakan menunda layanan yang semula dijadwalkan dari Atlanta ke Riyadh pada 23 Oktober menjadi Maret 2027. Eskalasi konflik antara Houthi dan Arab Saudi pun menimbulkan kekhawatiran serius terhadap dampak ekonomi yang lebih luas, dengan proyeksi PDB riil Arab Saudi menyusut 3,6 persen tahun ini akibat kombinasi berbagai faktor, termasuk penurunan aktivitas minyak.

Serangan Houthi juga memberikan tekanan pada sejumlah acara besar yang hendak digelar di Riyadh bulan ini, termasuk konferensi investasi unggulan kerajaan dan Kongres Energi WPC. Beberapa eksekutif minyak terpaksa membatalkan kehadiran mereka akibat eskalasi konflik yang terus berlanjut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User