BMKG Peringatkan Kekeringan Meteorologis di Pertengahan Oktober, Ini Wilayah yang Masuk Kategori Awas
BMKG menerbitkan peringatan dini kekeringan meteorologis untuk sejumlah wilayah Indonesia pada Dasarian II Oktober 2026. Peringatan dibagi tiga kategori: Waspada, Siaga, dan Awas. Sebanyak 76 persen wilayah Indonesia masih mengalami musim kemarau, sementara El Nino terpantau sangat kuat dengan indeks Anomali SST Nino3.4 mencapai +3.44.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini kekeringan meteorologis untuk sejumlah wilayah Indonesia pada Dasarian II Oktober atau periode 11-12 Oktober 2026. Peringatan ini dibagi ke dalam tiga tingkat keparahan, yakni Waspada, Siaga, dan Awas.
Berdasarkan pemetaan BMKG, sejumlah daerah masuk dalam kategori Awas karena berpotensi mengalami kekeringan paling parah. Wilayah tersebut meliputi Bali, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Barat, Papua Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sumatra Selatan, DI Yogyakarta, Gorontalo, Sulawesi Utara, dan Nusa Tenggara Timur.
Sementara itu, kategori Siaga mencakup DKI Jakarta, Jawa Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku, dan Papua Selatan. Adapun kategori Waspada meliputi Bali, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Papua Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara.
BMKG mencatat hasil monitoring pada Dasarian III September 2026 menunjukkan indeks IOD dasarian sebesar +0,457. Nilai Anomali SST di region Nino3.4 secara dasarian tercatat +3.44, yang menandakan intensitas El Nino sangat kuat.
Selain itu, BMKG memperkirakan sekitar 76 persen wilayah Indonesia masih berada dalam musim kemarau. "Saat ini sekitar 76 persen wilayah Indonesia masih mengalami musim kemarau," ujar BMKG melalui akun Instagram resminya, Senin (12/10).
Analisis perkembangan musim pada Dasarian III September 2026 menunjukkan sebagian besar wilayah Indonesia dalam kondisi relatif kering. Hanya sekitar 5,7 persen wilayah atau sebanyak 40 Zona Musim (ZOM) yang telah memasuki musim hujan.
Meski demikian, dinamika atmosfer yang masih aktif tetap mendukung potensi hujan dengan intensitas signifikan di sejumlah wilayah. Curah hujan pada periode Dasarian I-III Oktober secara umum diprakirakan berada pada kategori rendah hingga menengah, yaitu 0-150 mm per dasarian.
Memasuki Dasarian II Oktober, sekitar 66,09 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan kategori rendah dengan 0-50 mm per dasarian. Kategori menengah dengan 50-150 mm per dasarian mencakup sekitar 32,67 persen, sedangkan kategori tinggi dengan 150-300 mm per dasarian hanya sekitar 1,24 persen.
Menurut BMKG, dominasi curah hujan rendah ini menegaskan bahwa potensi kekeringan meteorologis masih perlu diwaspadai, terutama pada wilayah yang mengalami defisit curah hujan secara berkelanjutan.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)