Peringatan Keras Pejabat Militer Rusia: Israel Bisa Lenyap sebagai Negara jika Perang Terus Meluas

Letnan Jenderal Apti Alaudinov, pejabat militer senior Rusia, memperingatkan Israel berisiko lenyap sebagai negara jika konflik Timur Tengah terus meningkat. Ia menuduh Tel Aviv sengaja memperbesar konflik dan menyeret AS serta NATO. Ketegangan kawasan memanas sejak serangan gabungan AS-Israel ke Iran pada 28 Februari, sementara kesepakatan damai Juni gagal dan diplomasi buntu.

Sep 10, 2026 - 00:39
Updated: 2 months ago
0
Peringatan Keras Pejabat Militer Rusia: Israel Bisa Lenyap sebagai Negara jika Perang Terus Meluas
Peringatan Keras Pejabat Militer Rusia: Israel Bisa Lenyap sebagai Negara jika Perang Terus Meluas

Seorang pejabat militer senior Rusia melontarkan peringatan tajam terhadap Israel di tengah situasi Timur Tengah yang kian memanas. Menurutnya, eksistensi Israel sebagai sebuah negara berada dalam risiko serius apabila konflik kawasan terus bereskalasi.

Pernyataan itu disampaikan Wakil Kepala Direktorat Militer-Politik Utama Rusia yang juga menjabat Komandan Pasukan Khusus Akhmat, Letnan Jenderal Apti Alaudinov. Ia menilai perang di Timur Tengah tidak akan mereda, melainkan justru berpotensi semakin intensif.

Alaudinov bahkan menuduh Tel Aviv memiliki tujuan utama untuk memperbesar konflik yang sedang berlangsung. Menurutnya, Israel berupaya menyeret Amerika Serikat dan seluruh blok NATO masuk ke dalam pusaran perang tersebut.

"Kita harus menyadari bahwa perang di Timur Tengah hanya akan meningkat. Saya percaya bahwa justru itulah tujuan Israel, untuk meningkatkan konflik semaksimal mungkin dan menyeret AS serta seluruh blok NATO ke dalamnya," ujar Alaudinov, seperti dikutip dari laporan Anadolu Agency melalui Middle East Monitor.

Ia lantas mengingatkan Israel agar tidak terlalu membanggakan kekuatan militernya. Dalam pandangannya, sikap berlebihan terhadap kemampuan sendiri justru bisa berujung pada kehancuran negara itu.

"Pada akhirnya, mereka akan melebih-lebihkan kekuatan mereka dan akan lenyap sebagai sebuah negara," kata Alaudinov menegaskan.

Ketegangan di Timur Tengah sendiri meningkat tajam setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari. Sebagai respons, Teheran menyerang sejumlah negara di kawasan yang menampung aset Amerika Serikat.

Pada Juni, Iran dan AS sempat menandatangani nota kesepahaman yang ditujukan untuk mengakhiri perang dan membuka jalan menuju kesepakatan yang lebih luas. Namun, kesepakatan itu kandas di tengah tuduhan pelanggaran dari kedua pihak serta kembali memanasnya permusuhan.

Hingga kini, upaya diplomatik belum membuahkan terobosan, baik untuk membuka kembali Selat Hormuz maupun memulai lagi negosiasi menuju kesepakatan yang lebih komprehensif.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User