Menteri Perminyakan Iran Mundur di Tengah Perang dan Sanksi AS, Pezeshkian Tunjuk Pengganti

Menteri Perminyakan Iran Mohsen Paknejad mengundurkan diri saat perang dengan AS dan sanksi baru yang menargetkan sektor minyak. Presiden Masoud Pezeshkian menerima pengunduran diri dan menunjuk Hamid Bovard sebagai pelaksana tugas. AS menyatakan tidak ada lagi pengiriman minyak Iran di laut dan pendapatan minyak Iran pekan ini diprediksi nol.

Oct 05, 2026 - 12:02
Updated: 18 hours ago
0 0
Menteri Perminyakan Iran Mundur di Tengah Perang dan Sanksi AS, Pezeshkian Tunjuk Pengganti
Menteri Perminyakan Iran Mundur di Tengah Perang dan Sanksi AS, Pezeshkian Tunjuk Pengganti

Menteri Perminyakan Iran Mohsen Paknejad resmi mengundurkan diri dari jabatannya di tengah situasi perang antara Iran dan Amerika Serikat. Pengunduran diri tersebut telah diterima oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian.

Kabar pengunduran diri ini disampaikan oleh Wakil Kepala Komunikasi Kantor Presiden Iran, Mehdi Tabatabaei. Ia menyebut bahwa Presiden Pezeshkian langsung menunjuk Hamid Bovard sebagai pelaksana tugas Menteri Perminyakan.

Hingga saat ini, tidak ada penjelasan resmi mengenai alasan di balik pengunduran diri Paknejad. Namun, mundurnya Paknejad terjadi bersamaan dengan langkah AS yang menjatuhkan sanksi belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Iran, khususnya yang menyasar sektor perminyakan Teheran.

Hamid Bovard bukan sosok baru di industri minyak Iran. Sebelumnya, ia menjabat sebagai kepala Perusahaan Minyak Nasional Iran dan telah menghabiskan sebagian besar kariernya di bidang operasi ladang minyak.

Di sisi lain, Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada Sabtu (3/10) menyatakan bahwa tidak ada lagi pengiriman minyak Iran di laut. Ia bahkan memprediksi pendapatan minyak Iran pada pekan ini berada di angka nol.

Tekanan terhadap Iran semakin meningkat setelah Kementerian Keuangan AS pada 25 Agustus lalu meluncurkan Operasi Pengasingan Ekonomi. Operasi ini merupakan kampanye sanksi besar-besaran yang bertujuan mengisolasi Iran sepenuhnya dari sistem keuangan global.

Target utama dari operasi tersebut mencakup bank hingga perusahaan perantara asing yang selama ini membantu Iran mencairkan pendapatan minyak mereka. Situasi ini menempatkan sektor perminyakan Iran dalam posisi yang semakin tertekan.

Pengunduran diri Paknejad dan penunjukan Bovard menjadi sorotan karena terjadi di tengah eskalasi konflik dan tekanan ekonomi yang intens. Pemerintahan Pezeshkian dihadapkan pada tantangan besar untuk menjaga stabilitas sektor energi negara di bawah gempuran sanksi AS.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User