Flavio Bolsonaro Unggul Tipis atas Lula, Pilpres Brasil Dipastikan Berlanjut ke Putaran Kedua
Pilpres Brasil berlanjut ke putaran kedua setelah Flavio Bolsonaro unggul tipis atas petahana Lula da Silva dengan 47 persen suara berbanding 45,1 persen. Putra mantan Presiden Jair Bolsonaro itu belum meraih mayoritas mutlak, sehingga duel kedua dijadwalkan 25 Oktober. Kubu kanan juga menguat di parlemen dengan 34 dari 54 senator terpilih.
Pemilihan presiden Brasil harus dilanjutkan ke putaran kedua setelah kandidat sayap kanan Flavio Bolsonaro berhasil menyalip petahana Luiz Inacio Lula da Silva pada pemungutan suara Minggu (4/10). Meski unggul, Flavio belum mengantongi mayoritas mutlak sehingga duel kedua melawan Lula dijadwalkan berlangsung 25 Oktober mendatang.
Berdasarkan penghitungan 99,9 persen suara, Flavio meraih 47 persen atau sekitar 56,1 juta suara, sementara Lula mengumpulkan 45,1 persen atau sekitar 53,8 juta suara. Flavio yang berusia 45 tahun merupakan putra mantan Presiden Jair Bolsonaro, sekutu setia Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Ia akan menghadapi Lula yang kini berusia 80 tahun pada pertarungan dua kandidat nanti.
Hasil ini menjadi suntikan semangat bagi kubu Bolsonaro karena sejumlah kandidat sayap kanan lain juga mencatat perolehan suara signifikan. Ronaldo Caiado meraih 2,1 persen suara, sedangkan Renan Santos mendapatkan 2,2 persen. Flavio menyebut hasil tersebut sebagai tanda berakhirnya sebuah era bagi Partai Buruh yang dipimpin Lula.
"Lula telah bertarung dalam tujuh pemilihan presiden. Dia mengkhawatirkan kekuasaan. Saya mengkhawatirkan masa depan Brasil," ujar Flavio di hadapan pendukungnya di Brasilia. Di sisi lain, Lula mengakui hasil putaran pertama tidak sesuai dengan harapannya karena ia sebelumnya yakin bisa menang tanpa putaran kedua.
"Kita baru saja mendapat pelajaran tentang demokrasi Brasil. Hasilnya sering kali tidak terduga. Kita tidak pernah bisa mendapatkan semua yang kita inginkan," kata Lula di Sao Paulo. Ia berjanji akan meluncurkan kampanye baru dengan hanya dua kandidat dan menunjukkan perbedaan programnya dengan program Flavio kepada para pemilih.
Selain pemilihan presiden, hasil pemilu memperlihatkan penguatan kubu kanan di parlemen Brasil. Dari 54 senator yang terpilih, 34 di antaranya berasal dari kelompok kanan atau kanan ekstrem. Sejumlah tokoh yang berafiliasi dengan Bolsonaro juga memenangkan kursi legislatif, termasuk Carlos Bolsonaro dan Michelle Bolsonaro yang terpilih sebagai senator, serta Jair Renan Bolsonaro yang masuk ke majelis rendah Kongres.
Mantan Menteri Infrastruktur era Jair Bolsonaro, Tarcisio de Freitas, juga terpilih kembali sebagai gubernur Sao Paulo, negara bagian dengan penduduk terbesar dan salah satu pusat ekonomi utama Brasil. Kubu Bolsonaro memang menjadikan pemilihan senat sebagai prioritas karena senator berwenang memulai proses pemakzulan hakim Mahkamah Agung, isu yang mencuat setelah MA menjatuhkan hukuman kepada Jair Bolsonaro terkait upaya kudeta pemilu 2022.
Flavio juga membawa agenda membebaskan ayahnya jika terpilih sebagai presiden. Jair Bolsonaro saat ini menjalani hukuman 27 tahun penjara setelah dinyatakan bersalah merencanakan kudeta untuk mempertahankan kekuasaan dan menolak hasil pemilu yang dimenangkan Lula. Menjelang pemungutan suara, Flavio menyerukan dukungan dari pemilih konservatif yang ingin mengganti Lula.
Kemenangan Flavio pada putaran pertama menjadi kejutan karena sejumlah jajak pendapat sebelumnya tidak memperkirakan besarnya perolehan suara kelompok sayap kanan. Isu biaya hidup dan kekerasan perkotaan disebut menjadi faktor yang memengaruhi pilihan pemilih. Salah satu pendukung Flavio, Italo Andrade dos Santos, 31 tahun, mengaku sedikit kecewa karena berharap Flavio menang di putaran pertama, tetapi tetap senang karena unggul. Ia mengaku memilih Flavio untuk menyingkirkan Lula dari kekuasaan.
Nama Presiden AS Donald Trump turut menjadi isu dalam pertarungan politik Brasil. Lula menuduh Trump berusaha memengaruhi pemilu Brasil untuk membantu kemenangan Flavio dan menuding kebijakan Washington bertujuan memperkuat pengaruh AS terhadap Brasil beserta sumber daya alamnya. Sebaliknya, Flavio berjanji membangun hubungan yang lebih dekat dengan Trump jika terpilih. Pilpres Brasil kali ini diikuti hampir 159 juta pemilih yang juga memilih anggota parlemen negara bagian, 27 gubernur, 513 anggota majelis rendah, dan 54 dari 81 anggota senat.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)