Manchester United Terpuruk, Roma Datang ke Old Trafford dengan Misi Menghukum

Manchester United menjamu AS Roma di Liga Champions dengan rekor sembilan laga tanpa kemenangan. Roma datang percaya diri usai tak terkalahkan dalam 10 laga Serie A. Posisi Michael Carrick terancam, sementara Roma siap memanfaatkan krisis MU di Old Trafford.

Nov 03, 2026 - 00:01
Updated: 11 hours ago
0
Manchester United Terpuruk, Roma Datang ke Old Trafford dengan Misi Menghukum
Manchester United Terpuruk, Roma Datang ke Old Trafford dengan Misi Menghukum

Manchester United berada dalam situasi genting menjelang laga Liga Champions melawan AS Roma di Old Trafford, Rabu (4/11) dini hari WIB. Setan Merah mencatat sembilan pertandingan beruntun tanpa kemenangan di semua kompetisi, dengan rincian tiga imbang dan enam kekalahan. Ini menjadi rekor terburuk klub sejak musim 1988/1989.

Kekalahan 0-2 dari Chelsea akhir pekan lalu memperparah kondisi tim. Kartu merah Lisandro Martinez menambah panjang daftar masalah yang dihadapi skuad asuhan Michael Carrick. Di Premier League, MU baru mengumpulkan tujuh poin dari sembilan laga dan hanya berada satu tingkat di atas zona degradasi. Opta bahkan memprediksi peluang mereka terjerumus ke papan bawah mencapai 20,77 persen.

Di Liga Champions, nasib MU tak kalah suram. Kekalahan 0-2 dari Atletico Madrid dan dibantai Como 1-4 menunjukkan rapuhnya pertahanan Setan Merah. Skema pressing tinggi Carrick justru menjadi bumerang. Melawan Como, MU merebut bola 39 kali tetapi hanya menciptakan empat tembakan tepat sasaran. Kapten Bruno Fernandes sempat mengkritik skema man-to-man yang dinilainya setengah hati.

Badai cedera memperburuk keadaan. Kobbie Mainoo absen sehingga keseimbangan lini tengah hilang. Benjamin Sesko masih absen panjang, Luke Shaw belum pulih, dan Marcus Rashford terus dipantau tim medis. Meski begitu, Carrick dilaporkan tetap mendampingi tim melawan Roma. Namun manajemen klub dikabarkan telah menyiapkan nama Eddie Howe hingga Julian Nagelsmann jika situasi tak membaik.

Di sisi lain, AS Roma datang dengan kepercayaan diri tinggi. Skuad racikan Gian Piero Gasperini belum terkalahkan dalam 10 laga terakhir Serie A, dengan tujuh kemenangan dan tiga imbang. I Lupi kini menempati peringkat ketiga klasemen, hanya terpaut empat poin dari Lazio di puncak. Lini serang Roma menjadi yang paling produktif dengan 28 gol, dan 12 pemain berbeda telah mencetak gol. Donyell Malen menjadi top skor dengan 11 gol, meski Paulo Dybala harus menepi karena cedera.

Gasperini konsisten menerapkan skema tiga bek dengan garis pertahanan tinggi dan pressing ketat hingga ke area lawan. Pendekatan agresif ini nyaris menumbangkan Real Madrid di Olimpico, di mana Roma sempat unggul 3-1 sebelum akhirnya kehabisan stamina di sepuluh menit terakhir. Intensitas tinggi tersebut memakan korban pada kebugaran pemain seperti Dybala, Manu Kone, dan Lorenzo Pellegrini, memaksa rotasi.

Secara historis, MU masih unggul atas Roma. Dari delapan pertemuan, Setan Merah meraih lima kemenangan dan Roma dua kali menang. Old Trafford pernah menjadi saksi kemenangan 7-1 pada 2007 dan 6-2 pada 2021. Namun catatan masa lalu itu tak bisa dijadikan jaminan di tengah performa MU yang sedang terpuruk.

Ironi menghampiri Carrick. Ia adalah pencetak dua gol saat MU membantai Roma 7-1, dan kini nasib jabatannya dipertaruhkan melawan tim yang sama. Satu-satunya jalan selamat bagi Carrick adalah menurunkan ego taktisnya. Memaksa pressing tinggi tanpa jangkar di tengah hanya akan mempermudah Roma mengeksploitasi ruang kosong. Serigala Roma datang dengan lapar kemenangan, sementara sang raksasa bertahan dengan sisa-sisa kejayaan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User