Lengan Hampir Putus, Pemuda di Cengkareng Jadi Korban Pembacokan Saat Hendak Pulang
Seorang pemuda bernama Axel menjadi korban pembacokan di Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Kamis dini hari. Peristiwa berawal dari kesalahpahaman saat korban dan dua rekannya berpapasan dengan pelaku yang terjatuh dari kendaraan. Pelaku kemudian mengejar dan membacok Axel hingga lengan hampir putus. Korban kini dirawat intensif di RSUD Cengkareng. Polsek Cengkareng masih menyelidiki kasus ini.
Jakarta - Seorang pemuda bernama Axel harus menjalani perawatan intensif di RSUD Cengkareng setelah menjadi korban pembacokan di kawasan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Kamis (16/1) dini hari. Akibat kejadian tersebut, lengan korban dilaporkan hampir putus dan memerlukan tindakan operasi.
Peristiwa berawal ketika Axel bersama dua rekannya, Fajar dan Samuel, hendak pulang setelah berkumpul di kawasan Pasar Rakyat Cengkareng. Saat melintas di area Pasar Dangdut, Kapuk, mereka berpapasan dengan pelaku yang tak sengaja terjatuh dari kendaraannya.
Sekretaris RW 16 Kapuk, Aan, menuturkan bahwa pelaku diduga merasa malu atau tidak suka, sehingga langsung memukuli korban. "Mungkin karena merasa malu atau gimana, pelaku itu enggak suka, kemudian korban dipukuli," kata Aan saat ditemui di sekitar lokasi, Kamis malam.
Merasa terancam, ketiga pemuda tersebut berusaha melarikan diri menuju rumah. Namun, di sekitar area RT 23 dan RT 08, para pelaku yang diduga telah memanggil rekan-rekannya kembali mengejar korban dengan membawa senjata tajam. "Di saat arah pulang di sekitaran RT 23 (antara RT 23 atau RT 8), pelaku itu sudah nyusul lagi dengan membawa senjata tajam. Itu sudah bawa teman," ujar Aan.
Pengejaran pun berlanjut. Dua rekan korban berhasil lolos, namun Axel tertinggal dan menjadi sasaran pembacokan. "Korban atas nama Axel ini enggak bisa lari, tertinggal. Akhirnya kena sabetan sajam (pada bagian tangan) yang menurut keterangan berbentuk parang," jelas Aan.
Akibat kejadian ini, Axel harus menjalani perawatan intensif di RSUD Cengkareng untuk persiapan operasi. "Kondisi lengannya hampir putus," tuturnya.
Aan juga mengungkapkan bahwa aksi penganiayaan dan keributan di jalanan semacam ini bukan pertama kalinya terjadi di wilayah pemukiman tersebut. Dalam beberapa bulan terakhir, insiden serupa sudah dua kali menimpa warga. "Kalau insiden serupa ini bukan pertama kalinya. Kalau dalam waktu dekat, beberapa bulan terakhir ini, ini kedua kalinya," ujarnya.
Sementara itu, Kapolsek Cengkareng, Kompol Rahis Fadillah, mengatakan pihaknya masih menyelidiki kasus ini yang berawal dari kesalahpahaman di lokasi. "Saat ini kami masih periksa saksi masalah selisih paham di TKP," tutur Rahis.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)