Layang-layang dan Balon dari Gaza Picu Ancaman Netanyahu, Israel Siap Perketat Operasi Militer

PM Israel Benjamin Netanyahu mengancam akan mengintensifkan operasi militer di Gaza setelah layang-layang yang diduga dari Hamas terbang ke wilayah Israel. Hamas membantah dan menyebutnya mainan anak-anak, serta menuduh Israel mencari dalih untuk melanjutkan agresi.

Aug 26, 2026 - 03:43
Updated: 2 months ago
0
Layang-layang dan Balon dari Gaza Picu Ancaman Netanyahu, Israel Siap Perketat Operasi Militer
Layang-layang dan Balon dari Gaza Picu Ancaman Netanyahu, Israel Siap Perketat Operasi Militer

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengeluarkan ancaman keras terhadap Hamas setelah sejumlah layang-layang yang diduga berasal dari Gaza terbang memasuki wilayah Israel. Dalam pernyataan bersama dengan Menteri Pertahanan Israel Katz, Netanyahu menuduh kelompok milisi Hamas mengoperasikan layang-layang tersebut sebagai bentuk provokasi.

Ancaman itu disampaikan Netanyahu pada Minggu (23/8) melalui pernyataan resmi yang dikutip AFP. Ia menegaskan bahwa jika peluncuran layang-layang ke arah Israel tidak segera dihentikan, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) akan mengambil tindakan untuk mengintensifkan operasi yang ditargetkan terhadap mereka yang bertanggung jawab. Netanyahu juga mengancam akan mengevakuasi penduduk dari daerah-daerah tempat layang-layang, drone, dan balon diluncurkan.

Setidaknya empat layang-layang terlihat terbang dari Gaza menuju Kibbutz Nahal Oz selama akhir pekan kemarin. Meski militer Israel menyatakan tidak ada hal mencurigakan pada layang-layang tersebut dan tidak ada bahaya bagi masyarakat, banyak pihak mengaitkan insiden ini dengan layang-layang dan balon Gaza yang pernah membawa alat pembakar dan mendarat di Israel selatan pada tahun-tahun sebelumnya.

Menurut penilaian Israel, Hamas sengaja meluncurkan layang-layang tersebut untuk menguji respons Israel. Namun, Hamas dengan tegas membantah tuduhan itu. Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, menyatakan bahwa layang-layang tersebut murni "mainan anak-anak" di kamp pengungsian Gaza.

Qassem menegaskan bahwa Israel menggunakan layang-layang ini sebagai dalih untuk meluncurkan serangan baru ke Gaza. "Ancaman-ancaman ini didasarkan pada dalih yang dibuat-buat dan merupakan upaya untuk membenarkan kelanjutan agresi dan pelanggaran terhadap rakyat kami," kata Qassem, seperti dikutip The Times of Israel.

Ia juga menyerukan kepada pemerintahan AS, negara-negara mediator, dan Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) untuk menghentikan agresi tanpa kendali terhadap rakyat Gaza dan mencegah penghancuran kerangka kerja gencatan senjata yang telah disepakati sebelumnya.

Ketegangan di perbatasan Gaza-Israel kembali memanas di tengah upaya internasional untuk menjaga gencatan senjata yang rapuh. Ancaman Netanyahu ini menjadi sinyal bahwa eskalasi militer bisa terjadi sewaktu-waktu jika insiden serupa terulang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User