Dua Tentara Israel Bunuh Diri Berselang Satu Jam, Tekanan Perang Gaza Diduga Jadi Pemicu

Dua tentara Israel dilaporkan bunuh diri dalam selang waktu satu jam setelah bertugas di Jalur Gaza. Insiden ini menyoroti memburuknya kesehatan mental personel militer Israel akibat perang, dengan kasus PTSD dan percobaan bunuh diri yang meningkat tajam sejak agresi dimulai pada Oktober 2023.

Oct 24, 2026 - 00:02
Updated: 1 day ago
0
Dua Tentara Israel Bunuh Diri Berselang Satu Jam, Tekanan Perang Gaza Diduga Jadi Pemicu
Dua Tentara Israel Bunuh Diri Berselang Satu Jam, Tekanan Perang Gaza Diduga Jadi Pemicu

Dua personel militer Israel dilaporkan mengakhiri hidup mereka sendiri dalam rentang waktu hanya satu jam setelah menjalani penugasan di Jalur Gaza, Palestina. Laporan media berbahasa Ibrani pada Kamis (22/10) menyebut kedua tentara tersebut mengalami krisis psikologis yang diduga kuat berkaitan dengan keterlibatan mereka dalam operasi militer brutal di Gaza.

Insiden itu terjadi pada Kamis (22/10) malam waktu setempat. Satu tentara ditemukan meninggal di Netanyah, wilayah utara Tel Aviv, sementara personel lainnya dilaporkan bunuh diri di kawasan pendudukan Israel bagian selatan. Selisih waktu antara kedua peristiwa tersebut tidak lebih dari satu jam.

Sejak Israel melancarkan agresi ke Palestina, angka bunuh diri di kalangan tentaranya memang menunjukkan tren peningkatan. Berbagai studi di Israel, sebagaimana dikutip Middle East Monitor, mengungkap bahwa perang memberikan dampak serius terhadap kesehatan mental para prajurit yang menjalankan ambisi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu di Gaza.

Dalam operasi tersebut, Netanyahu menargetkan penghancuran Hamas, pembebasan para sandera, serta pelucutan senjata milisi Hizbullah di Lebanon. Namun, tekanan tempur yang berkepanjangan turut memicu persoalan kejiwaan di internal militer Israel.

Data Kementerian Pertahanan Israel pada Januari lalu mencatat hampir 40 persen kasus post traumatic stress disorder (PTSD) di kalangan tentara sejak September 2023. Angka itu diperkirakan dapat melonjak hingga 180 persen pada 2028, seperti dilaporkan Reuters. Kementerian juga menyebut 60 persen dari 22.300 tentara atau personel yang dirawat karena luka perang mengalami sindrom pasca trauma.

Temuan Komite Parlemen Israel pada Oktober turut mengungkap bahwa 279 tentara tercatat mencoba bunuh diri sepanjang Januari 2024 hingga Juli 2025, meningkat tajam dibanding tahun sebelumnya. Laporan tersebut juga menyebut tentara tempur menyumbang 78 persen dari seluruh kasus bunuh diri di Israel pada 2024. Risiko bunuh diri atau melukai diri sendiri disebut semakin besar apabila trauma tidak ditangani dengan baik.

Media Israel Haaretz bahkan melaporkan jumlah tentara yang bunuh diri sepanjang tahun ini mencapai 21 orang, hampir dua kali lipat dibanding tahun sebelum agresi yang tercatat 12 orang. Menanggapi kondisi tersebut, pemerintah Israel memperluas layanan kesehatan bagi mereka yang mengalami masalah mental, menambah anggaran, serta meningkatkan penggunaan pengobatan alternatif hingga 50 persen.

Penyedia layanan kesehatan terbesar kedua di Israel, Maccabi, melaporkan 39 persen anggota militer yang dirawat mengalami gangguan mental, sementara 26 persen lainnya mencari informasi dan mengkhawatirkan kondisi depresi. Agresi Israel ke Palestina sendiri dimulai pada Oktober 2023 dan telah menggempur berbagai objek sipil, mulai dari rumah sakit, sekolah, tempat ibadah, hingga kamp pengungsian. Akibatnya, lebih dari 72.000 warga Palestina tewas, ratusan ribu lainnya luka-luka, dan jutaan orang terpaksa mengungsi. Para spesialis kesehatan mental juga mencatat trauma psikologis berat di kalangan warga Palestina, termasuk anak-anak yang kerap mengalami mimpi buruk hingga kehilangan fokus.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User