Lansia di China Potong Tali Pengaman Pekerja demi Jemuran, Warganet Murka

Seorang lansia di Foshan, China, memotong tali pengaman pekerja gedung tinggi untuk dijadikan jemuran. Insiden ini viral dengan 61 juta penonton dan memicu kecaman. Pekerja bernama Liu memilih tidak melaporkan ke polisi karena usia pelaku, hanya meminta kompensasi 400 yuan. Pengacara menyebut tindakan itu melanggar hak kepemilikan, namun nilainya di bawah ambang pidana.

Oct 07, 2026 - 08:02
Updated: 2 days ago
0 0
Lansia di China Potong Tali Pengaman Pekerja demi Jemuran, Warganet Murka
Lansia di China Potong Tali Pengaman Pekerja demi Jemuran, Warganet Murka

Insiden mengejutkan terjadi di Foshan, Provinsi Guangdong, China, ketika seorang lansia berusia akhir 70-an memotong tali pengaman milik pekerja yang sedang memperbaiki bagian luar gedung bertingkat. Tali tersebut dipotong bukan untuk alasan darurat, melainkan untuk dijadikan tali jemuran. Peristiwa ini terjadi pada 17 September dan langsung menuai kecaman luas setelah viral di media sosial China.

Pekerja bernama Liu awalnya tengah menuruni gedung dari lantai 30 menuju platform di lantai dua. Setibanya di sana, ia mendapati salah satu tali pengamannya telah terputus dan sebagian talinya tertinggal di platform. Liu menyebut tali pengaman itu memiliki panjang sekitar 120 meter, namun lebih dari 10 meter telah dipotong sehingga ia tidak bisa melanjutkan penurunan ke lantai pertama. Beruntung, tidak ada pekerja yang sedang menggunakan tali tersebut saat dipotong, sehingga potensi jatuh dari ketinggian dapat dihindari.

Investigasi mengungkap bahwa pelaku adalah penghuni gedung yang tinggal di lantai dua. Lansia tersebut mengaku tidak mengetahui bahwa tali itu merupakan peralatan keselamatan kerja. Ia beralasan memotong tali karena ingin memakainya sebagai jemuran. Liu menggambarkan tindakan itu sebagai "ceroboh", seperti dilaporkan SCMP.

Meski nyawanya nyaris terancam, Liu memilih tidak melaporkan kejadian tersebut kepada polisi dengan mempertimbangkan usia pelaku. Setelah berdiskusi dengan pengelola gedung, ia hanya meminta kompensasi sebesar 400 yuan atau setara Rp1,065 juta atas tali yang rusak.

Kasus ini kemudian menjadi perbincangan hangat di media sosial China. Unggahan terkait insiden itu dilaporkan telah ditonton lebih dari 61 juta kali. Sejumlah warganet mengecam keras tindakan lansia tersebut. Bahkan, salah satu pengamat daring menyebutnya sebagai "upaya pembunuhan" karena usia dan kurangnya pengetahuan tidak seharusnya menjadi alasan untuk merusak properti orang lain.

Komentator lain menilai Liu seharusnya melaporkan kejadian itu kepada polisi. Mereka khawatir sikap terlalu lunak justru membuat orang lain tidak menyadari seriusnya konsekuensi dari tindakan tersebut. "Terlalu lunak hanya akan mengurangi konsekuensi bagi mereka yang berbuat salah," kata seorang komentator.

Pengacara Wang Haogong dari Shaanxi Haogong Law Firm menilai tindakan lansia tersebut telah melanggar hak kepemilikan Liu karena memotong dan mengambil bagian dari tali. Menurut Wang, Liu juga dapat menuntut ganti rugi tambahan apabila kerusakan tali menyebabkan kerugian lain, seperti kehilangan pendapatan. Namun, Wang menjelaskan nilai kerugian sebesar 400 yuan berada di bawah ambang batas tertentu untuk dikategorikan sebagai tindak pidana pencurian, sehingga kasus tersebut biasanya tidak diproses sebagai perkara pencurian.

Hukum China juga memberikan keringanan tertentu bagi orang berusia 75 tahun ke atas dalam perkara pidana maupun perdata. Keringanan tersebut dapat berupa pengurangan hukuman atau konsekuensi hukum yang lebih ringan. Secara umum, mereka dibebaskan dari hukuman mati, kecuali dalam kasus yang melibatkan kejahatan yang sangat serius.

Insiden serupa pernah terjadi di China pada Desember 2017. Seorang pria bernama Cao di Zhengzhou memotong tali pengaman pekerja yang sedang bekerja di ketinggian akibat perselisihan terkait pekerjaan konstruksi. Pekerja tersebut kemudian jatuh dari lantai empat dan mengalami beberapa patah tulang. Cao dinyatakan bersalah atas penganiayaan yang disengaja dan dijatuhi hukuman penjara sembilan bulan dengan masa percobaan satu tahun.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User