KPK Tangkap Bupati Pemalang dalam Operasi Tangkap Tangan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Pemalang Anom Widiyantoro dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan korupsi proyek dan jual beli jabatan. Sebanyak 21 orang ditangkap, termasuk di Jakarta, Pemalang, dan Purworejo. KPK menyita uang Rp 2 miliar. Anom meminta maaf kepada masyarakat Pemalang.

Jul 31, 2026 - 05:26
Updated: 2 months ago
0 1
KPK Tangkap Bupati Pemalang dalam Operasi Tangkap Tangan
KPK Tangkap Bupati Pemalang dalam Operasi Tangkap Tangan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro setelah menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. Anom terlihat mengenakan rompi tahanan dengan tangan diborgol saat digiring menuju mobil tahanan pada Kamis (30/6/2026) pagi. Penangkapan ini merupakan hasil operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan pada Selasa (28/7/2026) malam.

Saat digiring, Anom menyampaikan permintaan maaf singkat kepada masyarakat Pemalang. "Kita paham situasinya, kita minta maaf semua," ujarnya.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan bahwa Anom diduga terlibat dalam kasus korupsi terkait proyek dan jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang. "Kegiatan penyelidikan tertutup ini terkait dengan dugaan penerimaan yang dilakukan oleh Bupati, terkait dengan proyek-proyek di wilayah Kabupaten Pemalang. Selain itu, penerimaan oleh Bupati juga diduga terkait dengan jual-beli jabatan," kata Budi di Gedung Merah Putih, Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Dalam operasi senyap tersebut, KPK menangkap total 21 orang. Rinciannya, 5 orang ditangkap di Jakarta, 15 orang di Pemalang, dan 1 orang di Purworejo. Kelima orang yang ditangkap di Jakarta, termasuk Bupati Anom, langsung dibawa ke Gedung Merah Putih untuk menjalani pemeriksaan.

Dari rangkaian OTT ini, KPK menyita uang tunai sebesar Rp 2 miliar. Uang tersebut diduga terkait dengan penerimaan yang berhubungan dengan kasus yang sedang diselidiki.

Hingga berita ini diturunkan, KPK belum merinci lebih lanjut mengenai peran masing-masing tersangka dan perkembangan penyidikan. Masyarakat menunggu kejelasan proses hukum selanjutnya terhadap para pihak yang ditangkap.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User