Kemlu Pastikan WNI di Timur Tengah Aman Meski Konflik AS-Iran Memanas

Kementerian Luar Negeri Indonesia menyatakan seluruh WNI di Timur Tengah dalam kondisi aman meski konflik AS-Iran kembali memanas. Sebanyak 535.897 WNI di negara terdampak seperti Iran, Lebanon, Kuwait, dan Bahrain dilaporkan aman. Pemerintah telah memfasilitasi 3.038 WNI pulang ke Indonesia sejak perang pecah pada akhir Februari.

Jul 28, 2026 - 08:20
Updated: 3 months ago
0
Kemlu Pastikan WNI di Timur Tengah Aman Meski Konflik AS-Iran Memanas
Kemlu Pastikan WNI di Timur Tengah Aman Meski Konflik AS-Iran Memanas

Kementerian Luar Negeri Indonesia mengungkapkan kondisi warga negara Indonesia (WNI) di Timur Tengah menyusul pertempuran antara Amerika Serikat dan Iran yang kembali memanas. Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, menyatakan bahwa seluruh WNI di kawasan tersebut dalam keadaan aman.

Heni menyebutkan bahwa sebanyak 535.897 WNI yang berada di negara-negara terdampak, termasuk Iran, Lebanon, Kuwait, dan Bahrain, hingga saat ini dilaporkan tidak mengalami gangguan berarti. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers di gedung Kemlu, Jakarta, pada Kamis (23/7).

Meskipun situasi terkendali, Heni tetap mengimbau para WNI untuk meningkatkan kewaspadaan. Ia meminta mereka memantau informasi dari otoritas setempat dan segera menghubungi perwakilan Indonesia terdekat jika menghadapi kondisi darurat. Pemerintah, lanjutnya, akan terus memantau perkembangan situasi dan memastikan kesiapan langkah-langkah perlindungan.

"Perwakilan juga terus bersiaga dengan masing-masing contingency plans yang telah disiapkan, yang disesuaikan dengan perkembangan situasi di lapangan," ujar Heni.

Sejak perang AS-Iran pecah pada akhir Februari, Kemlu bersama perwakilan RI telah memfasilitasi kepulangan 3.038 WNI ke tanah air, baik melalui evakuasi maupun repatriasi mandiri. Hal ini menunjukkan kesiapan pemerintah dalam merespons eskalasi konflik.

Dalam dua pekan terakhir, AS kembali melancarkan serangan besar-besaran ke Iran meskipun sebelumnya sempat ada kesepakatan gencatan senjata dan penandatanganan nota kesepahaman. Serangan AS bahkan menyasar fasilitas sipil, termasuk jembatan yang menjadi jalur logistik warga dan militer Iran.

Iran tidak tinggal diam dan melancarkan serangan balasan ke pangkalan-pangkalan AS di Timur Tengah, termasuk di Bahrain dan Yordania. Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, baru-baru ini mengumumkan perang total terhadap AS karena dianggap menargetkan ekonomi rakyat Iran.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User