IHSG Anjlok 16,7 Persen, Investor Pasar Modal RI Justru Bertambah 1,38 Juta dalam Sebulan
OJK mencatat jumlah investor pasar modal Indonesia mencapai 33,55 juta pada Oktober 2026, bertambah 1,38 juta dalam sebulan dan tumbuh 64,75 persen secara year-to-date. Pertumbuhan ini terjadi saat IHSG terkoreksi 16,7 persen secara bulanan dan investor asing mencatat net sell Rp16,88 triliun, dengan dinamika pasar turut dipengaruhi pengumuman proposal konsultasi reklasifikasi status Indonesia oleh MSCI.
Jumlah investor pasar modal Indonesia terus bertambah meski pasar saham domestik tengah dilanda tekanan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total investor pasar modal mencapai 33,55 juta pada Oktober 2026, atau bertambah 1,38 juta investor hanya dalam kurun satu bulan.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi menyampaikan bahwa pertumbuhan tersebut tercatat 64,75 persen sepanjang tahun berjalan atau year-to-date (ytd). "Penambahan investor tercatat sebanyak 1,38 juta di Oktober 2026 secara month-to-month (mtm), sehingga total investor telah mencapai angka 33,55 juta atau tumbuh signifikan 64,75 persen secara ytd," kata Hasan dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK, Kamis (5/11/2026).
Peningkatan jumlah investor itu terjadi di tengah tekanan yang dialami pasar saham domestik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat terkoreksi 16,7 persen secara bulanan pada Oktober 2026. Pada periode yang sama, investor asing membukukan aksi jual bersih atau net sell sebesar Rp16,88 triliun.
Menurut Hasan, dinamika pasar modal dalam negeri turut dipengaruhi pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengenai proposal konsultasi reklasifikasi status Indonesia. "Pengumuman MSCI atas proposal konsultasi reklasifikasi status Indonesia turut memengaruhi dinamika pergerakan pasar modal dalam negeri pada periode laporan. IHSG ditutup di level 5.057,05 per akhir Oktober 2026 atau terkoreksi 16,7 persen secara mtm, dengan investor asing membukukan net sell Rp16,88 triliun," tuturnya.
Meski indeks tertekan, aktivitas perdagangan saham justru menunjukkan peningkatan. OJK mencatat rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) pada Oktober 2026 mencapai Rp16,31 triliun, lebih tinggi dibandingkan September 2026 yang sebesar Rp14,94 triliun.
Dengan demikian, pasar modal Indonesia pada Oktober 2026 memperlihatkan dua sisi yang berbeda: jumlah investor yang terus bertambah dan aktivitas transaksi yang menguat, di tengah koreksi IHSG serta tekanan jual investor asing yang dipengaruhi sentimen reklasifikasi status Indonesia oleh MSCI.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)