Bos PGE Sebut Panas Bumi Makin Diburu, Pusat Data Jadi Sasaran Baru Pasokan Listrik

Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) Ahmad Yani menilai prospek bisnis listrik panas bumi semakin cerah di tengah meningkatnya kebutuhan energi dan krisis energi global. PGE pun membidik industri pusat data sebagai penyerap listrik, dengan PLTP Kamojang disiapkan memasok 5 MW sebagai proyek percontohan yang membuktikan keandalan geothermal dari sisi teknologi, lingkungan, dan komersial.

Nov 06, 2026 - 00:03
Updated: 1 day ago
0
Bos PGE Sebut Panas Bumi Makin Diburu, Pusat Data Jadi Sasaran Baru Pasokan Listrik
Bos PGE Sebut Panas Bumi Makin Diburu, Pusat Data Jadi Sasaran Baru Pasokan Listrik

Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) Ahmad Yani optimistis masa depan bisnis pembangkit listrik tenaga panas bumi di Indonesia kian menjanjikan. Keyakinan itu muncul seiring kebutuhan energi listrik yang terus meningkat, bahkan pengembangan geothermal secara maksimal dinilai belum tentu cukup menutup lonjakan permintaan tersebut.

"Dengan pengembangan geothermal semaksimal mungkin pun masih kurang gitu. Jadi ya ini ada opportunity buat kita," kata Yani saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (4/11).

Menurut Yani, prospek cerah panas bumi tidak hanya karena statusnya sebagai energi hijau. Geothermal dinilai berperan strategis dalam menjaga ketahanan energi nasional di tengah krisis energi global yang memaksa banyak negara membangun kemandirian berbasis sumber daya domestik.

"Krisis ini membuat semua negara berpikir bagaimana mengembangkan energi yang ada di dalam negerinya sendiri. Inilah potensi geothermal menjadi lebih strategis. Ini peluang buat kita," ujarnya.

Untuk menangkap peluang itu, PGE tengah membidik sektor pusat data sebagai penyerap pasokan listrik perusahaan. Yani menyebut pihaknya sedang berdiskusi dengan sejumlah pelaku industri pusat data agar menjadi offtaker listrik PGE.

Ia memastikan studi teknologi telah dilakukan untuk meyakinkan publik dan investor bahwa panas bumi mampu menjadi sumber energi mandiri bagi fasilitas pusat data. "Geothermal itu bisa menciptakan independent energy untuk support data center tanpa terkoneksi dengan sumber energi lainnya. Jadi, green energy dari geothermal. Ini yang kita sedang coba dalam bentuk pilot project yang kita lakukan ke depan," tutur Yani.

Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang dipilih menjadi pemasok listrik untuk proyek pusat data tersebut. Pada tahap awal, kapasitas suplai yang disiapkan sebesar 5 Megawatt (MW) sebagai ajang pembuktian atau proof of concept atas keandalan listrik panas bumi.

"Sekarang kan pada heboh terkait dengan (konsumsi) air (di pusat data). Nah, ini kita coba dengan pilot project untuk memperlihatkan proof of concept secara teknologi, aspek lingkungan, dan commerciality-nya," kata Yani.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User