KAI Siap Bangun Jalur Kereta Baru di Sumatra, Kalimantan, dan Bali atas Perintah Prabowo
PT KAI menyiapkan pengembangan jalur kereta baru di Sumatra, Kalimantan, dan Bali sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto. Studi dan desain untuk Kalimantan serta Sumatra tengah dikerjakan, sementara urutan pembangunan akan ditentukan oleh kesiapan lahan. KAI belum membahas keterlibatan investor untuk proyek Trans Kalimantan dan Bali.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI tengah menyiapkan pengembangan jalur kereta baru di tiga wilayah sekaligus, yakni Sumatra, Kalimantan, dan Bali. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto kepada perusahaan pelat merah tersebut.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini sedang mengerjakan studi untuk pengembangan jalur kereta di Kalimantan. Sementara itu, penyusunan detailed engineering design (DED) untuk jalur kereta di Sumatra juga masih berjalan.
"Presiden (Prabowo) memerintahkan kami tiga hal, memerintahkan kami tiga wilayah, satu adalah Sumatra, kita sedang kerjakan Sumatra juga DED-nya, kemudian yang kedua Kalimantan, yang ketiga Bali. Nanti surprise mana yang akan kita selesaikan yang paling duluan, oke!" kata Bobby di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, Jumat (21/8).
Menurut Bobby, urutan pembangunan akan ditentukan oleh sejumlah faktor, terutama proses pembebasan lahan. Wilayah yang dinilai paling siap akan lebih dulu didorong pembangunannya. "Nanti kita lihat, kan yang namanya pembangunan jalur kereta baru ini banyak faktor-faktornya ya, terutama juga faktor pembebasan lahannya. Nanti kita lihat mana yang paling cepat itu kita dorong dulu," ujarnya.
Khusus untuk rencana Trans Kalimantan, Bobby menyatakan studi pengembangan jalur tersebut masih dalam proses penyelesaian. Ia belum bisa memastikan apakah pembangunan akan diprioritaskan menuju kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) atau wilayah lain. Terkait pendanaan, KAI juga belum membahas keterlibatan investor untuk proyek Trans Kalimantan maupun jalur kereta di Bali. "Belum-belum, belum kita bicarakan (soal investor di Kalimantan)," kata Bobby.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyebut pemerintah telah menjajaki calon investor dari dalam dan luar negeri untuk pembangunan Trans Kalimantan, termasuk dari China dan Rusia. "Sudah kita jajaki dengan dalam negeri maupun dengan luar negeri. Di antaranya China dan Rusia," ujar Dudy di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (6/8).
Dudy menambahkan, pemerintah juga telah berkoordinasi dengan KAI untuk menyiapkan roadmap pembangunan Trans Sumatra dan Trans Kalimantan. Untuk Trans Sumatra, sebagian jalur dinilai sudah tersedia sehingga pengembangannya dapat dilakukan dengan menghubungkan jalur-jalur yang ada. "Kalau Trans Sumatra kan sebagian memang sudah tersedia. Tinggal kita sambung-sambungkan. Kalau Trans Kalimantan memang kita harus mulai," ucapnya.
Hingga kini, pemerintah belum menetapkan nilai investasi untuk proyek tersebut. Dudy menyatakan perhitungan masih akan bergantung pada rencana bisnis dan minat investor. KAI sendiri merupakan bagian dari ekosistem BPI Danantara Indonesia. Dudy sebelumnya menyebut pengembangan jalur di Sumatra lebih berpotensi digarap KAI untuk kepentingan logistik, sementara proyek di Kalimantan dinilai menarik bagi investor China maupun Rusia.
Rencana pengembangan jaringan kereta ini sejalan dengan arahan Prabowo yang sebelumnya menyatakan ingin mengembangkan Trans-Sumatra dan Trans-Kalimantan. Menurut Prabowo, kereta api memiliki fungsi tidak hanya sebagai transportasi penumpang, tetapi juga sebagai sarana logistik yang dapat mendukung aktivitas ekonomi.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)