Hujan Guyur Surabaya dan Sejumlah Wilayah Jatim, BMKG Ungkap Pemicu Sebenarnya
Hujan yang mengguyur sebagian Jawa Timur dalam dua hari terakhir bukan tanda musim penghujan datang. BMKG memastikan hujan itu hasil Operasi Modifikasi Cuaca, sementara kemarau panjang akibat El Nino masih berlangsung dan sebagian besar wilayah Jatim baru akan masuk musim hujan pada Desember hingga Februari 2027.
Sebagian wilayah Jawa Timur, termasuk Kota Surabaya, diguyur hujan dan diselimuti mendung selama dua hari terakhir. Kendati demikian, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan hujan tersebut bukan pertanda musim penghujan telah tiba. Hujan yang turun merupakan hasil Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilakukan pemerintah.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo Taufiq Hermawan menyatakan, kemarau panjang masih berlangsung di Jawa Timur. Menurut dia, hujan yang terjadi di sejumlah daerah murni akibat rekayasa cuaca. "Jadi di wilayah Pasuruan dan Probolinggo saya pastikan juga itu karena operasi modifikasi cuaca," ujar Taufiq dalam kegiatan Bimbingan Teknis Peliputan Bencana Jawa Timur di Surabaya, Rabu (28/10).
Taufiq menjelaskan, hujan buatan itu dieksekusi melalui sejumlah penerbangan dengan jalur khusus yang menyasar kawasan tertentu. "Karena sorti yang dilakukan ada track-nya itu mengarah ke daerah Sidoarjo, kemudian Probolinggo, dan sebagian Pasuruan, itu yang dilakukan mengakibatkan hujan di daerah-daerah tersebut," jelasnya.
Selain di kawasan itu, operasi modifikasi cuaca juga telah dilakukan di Malang dan sebagian Bondowoso. Sementara wilayah Mataraman hingga kini belum menjadi target operasi tersebut.
Menurut Taufiq, OMC merupakan hasil kerja sama lintas instansi yang bertugas memicu hujan di titik-titik krisis air. "Hujan yang terjadi di daerah itu dipicu oleh adanya OMC yang dilakukan oleh tim BMKG, BRIN, dan teman-teman dari BPBD Provinsi," tambahnya.
BMKG memprediksi musim kemarau di Jawa Timur akan berlangsung lebih panjang akibat kuatnya pengaruh fenomena El Nino. Berdasarkan analisis terbaru, sebanyak 68 dari 74 Zona Musim atau sekitar 90,6 persen wilayah Jawa Timur diprediksi baru akan memasuki musim hujan pada periode Desember hingga Februari 2027.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)