Jonatan Christie ke Final Hylo Open 2026 Usai Antonsen Mundur, Tiwi/Fadia Ikut Melaju
Dua wakil Indonesia memastikan tempat di final Hylo Open 2026. Jonatan Christie melaju setelah Anders Antonsen mundur di gim kedua, sementara Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva menang dramatis atas Gabriela Stoeva/Stefani Stoeva. Amri Syahawi/Nita Violina Marwah gagal menyusul setelah kalah tiga gim dari wakil Denmark, Jesper Toft/Amalie Cecilie Kudsk.
Dua wakil Indonesia memastikan langkah ke partai puncak Hylo Open 2026. Jonatan Christie menjadi yang pertama lolos ke final, disusul pasangan ganda putri Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva. Sementara satu wakil lainnya, Amri Syahawi/Nita Violina Marwah, harus terhenti di babak semifinal.
Jonatan memastikan tiket final setelah melewati laga melawan Anders Antonsen. Tunggal putra Indonesia itu menang 21-16 di gim pertama, lalu unggul 16-13 di gim kedua ketika Antonsen memutuskan mengundurkan diri. Keputusan tersebut membuat Jonatan otomatis melangkah ke final Hylo Open 2026.
Setelah Jonatan, giliran Tiwi/Fadia yang menyusul ke partai puncak. Pasangan ganda putri ini melewati pertarungan sengit melawan Gabriela Stoeva/Stefani Stoeva. Tiwi/Fadia menang 21-16 di gim pertama dan kembali menguasai gim kedua dengan skor 24-22 untuk memastikan tempat di final.
Sayangnya, langkah dua wakil Indonesia itu tidak diikuti Amri/Nita. Pasangan campuran ini harus mengubur harapan tampil di final setelah kalah dramatis dari wakil Denmark, Jesper Toft/Amalie Cecilie Kudsk, dalam duel yang berlangsung 1 jam 8 menit.
Amri/Nita tumbang dengan skor 23-21, 12-21, dan 20-22. Kekalahan tipis di gim penentu membuat mereka gagal menyusul Jonatan serta Tiwi/Fadia ke partai puncak Hylo Open 2026.
Amri mengaku bersyukur bisa menyelesaikan pertandingan tanpa cedera meski hasilnya tidak sesuai harapan. Menurutnya, pertandingan berjalan ketat dan ditentukan oleh perubahan pola serta kemampuan beradaptasi di lapangan.
"Alhamdulillah bisa selesai tanpa cedera walaupun hasilnya tidak seperti yang diharapkan. Yang terjadi di game satu, dua, dan tiga hanya di perubahan pola dan siapa yang cepat adaptasi serta pegang kendali di lapangan," ujar Amri.
Ia juga menyoroti pukulan Jesper Toft yang dinilai menyulitkan. Untuk evaluasi ke depan, Amri menekankan pentingnya konsistensi dan keberanian menerapkan pola yang tepat, mengingat setiap lawan membutuhkan pendekatan permainan berbeda.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)