Iran Wajibkan Warganya Hemat Gas 10 Persen, Imbalan Langsung Masuk Rekening

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menyerukan kampanye nasional penghematan gas minimal 10 persen menjelang musim dingin. Warga yang berhemat dijanjikan kompensasi langsung ke rekening bank. Seruan ini muncul saat Iran memperkirakan defisit gas harian 100-250 juta meter kubik akibat kerusakan infrastruktur energi selama perang dengan Amerika Serikat dan Israel.

Oct 25, 2026 - 20:01
Updated: 8 hours ago
0
Iran Wajibkan Warganya Hemat Gas 10 Persen, Imbalan Langsung Masuk Rekening
Iran Wajibkan Warganya Hemat Gas 10 Persen, Imbalan Langsung Masuk Rekening

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menyerukan gerakan nasional penghematan gas menjelang musim dingin. Dalam video yang disiarkan media Iran pada Minggu (25/10), ia meminta masyarakat memangkas konsumsi gas setidaknya 10 persen agar pasokan tetap bertahan melewati musim dingin.

Seruan itu bukan tanpa alasan. Pemerintah Iran memperkirakan kekurangan pasokan gas harian akibat rusaknya infrastruktur energi selama perang dengan Amerika Serikat dan Israel. Kondisi ini membuat Iran menghadapi tekanan pasokan yang serius saat suhu mulai turun.

Untuk mendorong partisipasi warga, Ghalibaf menjanjikan kompensasi langsung bagi siapa pun yang menghemat gas. Menurutnya, hasil penghematan akan segera masuk ke rekening bank masing-masing, sehingga masyarakat bisa melihat dampak nyata pada anggaran rumah tangga mereka.

"Siapa pun yang menghemat gas, berapa pun jumlahnya, akan segera menerima hasil yang sesuai di rekening bank mereka," ujar Ghalibaf seperti dikutip AFP.

Iran sebenarnya dikenal sebagai produsen besar gas alam. Namun negara itu telah lama bergulat dengan kelangkaan bahan bakar, terutama karena gas menjadi sumber utama untuk mengoperasikan sistem pemanas rumah saat suhu turun di bawah titik beku, khususnya di wilayah utara.

Kelangkaan kian diperparah oleh perang dengan Amerika Serikat dan Israel yang dimulai Februari lalu. Pada fase pertempuran paling intens yang berlangsung hampir 40 hari, kedua negara menyerang infrastruktur utama Iran, termasuk kilang gas alam.

Wakil Presiden Pertama Mohammad Reza Aref pada Oktober menyebut pemerintah memperkirakan defisit gas harian mencapai 100 juta hingga 250 juta meter kubik selama musim dingin. Ia mengaitkan kekurangan itu dengan kerusakan akibat perang dan berharap pasokan sekitar 100 juta meter kubik dapat dipulihkan sebelum awal musim dingin.

Gencatan senjata pada April mengakhiri fase pengeboman intensif, tetapi ketegangan atas Selat Hormuz masih berlanjut. Iran menyatakan menguasai jalur itu dan menargetkan kapal yang melintas tanpa izin, sementara sekitar seperlima minyak dan gas alam cair dunia melewati selat tersebut. Amerika Serikat membalas dengan blokade pelabuhan Iran dan pada Agustus mengumumkan kampanye pencekikan ekonomi untuk menekan perekonomian negara itu.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User