Iran Tolak Gencatan Senjata, Araghchi Beberkan Tuntutan Baru ke AS di Tengah Ancaman Trump

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan negaranya menolak kesepakatan gencatan senjata dan menuntut perang dihentikan sepenuhnya. Tuntutan itu disampaikan kepada para mediator. Pernyataan ini muncul setelah AS dan Iran membatalkan MoU damai Juni lalu, dan Presiden Trump mengumumkan operasi ekonomi dahsyat terhadap Iran.

Sep 12, 2026 - 06:22
Updated: 2 months ago
0
Iran Tolak Gencatan Senjata, Araghchi Beberkan Tuntutan Baru ke AS di Tengah Ancaman Trump
Iran Tolak Gencatan Senjata, Araghchi Beberkan Tuntutan Baru ke AS di Tengah Ancaman Trump

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa negaranya tidak akan lagi menerima kesepakatan gencatan senjata. Iran justru menuntut agar perang dihentikan secara menyeluruh, bukan sekadar dihentikan sementara melalui perjanjian. Tuntutan tersebut telah disampaikan Araghchi kepada para mediator, dan ia menegaskan bahwa komunikasi dengan pihak-pihak penengah terus berjalan.

Pernyataan itu muncul di tengah memanasnya hubungan Amerika Serikat dan Iran terkait kesepakatan yang sebelumnya telah disepakati kedua pihak. Baik AS maupun Iran diketahui membatalkan nota kesepahaman atau MoU damai yang ditandatangani pada Juni lalu. Pembatalan itu membuat situasi antara kedua negara kembali berada di titik ketegangan.

Setelah tenggat waktu MoU berakhir pada Rabu, 19 Agustus, Presiden AS Donald Trump mengumumkan apa yang disebutnya sebagai operasi ekonomi dahsyat terhadap Iran. Trump mengklaim operasi tersebut belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah hubungan kedua negara. Ia juga memberikan peringatan keras kepada negara mana pun yang berupaya memberikan bantuan kepada Iran.

Melalui unggahan di Truth Social, Trump menegaskan bahwa negaranya akan menerapkan perang ekonomi dan isolasi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. Menurutnya, langkah-langkah bersejarah yang diambil AS akan melumpuhkan Iran beserta kemampuan negara itu dalam menyebarkan teror ke seluruh dunia. Ia menyebut pihak yang menjadi sasaran sebagai orang-orang gila yang sedang terdesak hebat.

Di sisi lain, Iran melalui pernyataan Araghchi menunjukkan sikap tegas untuk tidak kembali menerima skema gencatan senjata. Iran menilai penghentian perang secara total sebagai syarat utama, bukan kesepakatan sementara yang bisa dibatalkan sewaktu-waktu. Sikap ini disampaikan langsung kepada para mediator yang selama ini menjembatani komunikasi antara Tehran dan Washington.

Ketegangan AS-Iran kali ini berakar pada batalnya MoU damai yang sempat disepakati pada Juni. Kesepakatan itu sebelumnya menjadi dasar komunikasi kedua negara, namun kedua belah pihak memilih keluar dari komitmen tersebut. Berakhirnya tenggat MoU kemudian diikuti dengan pengumuman operasi ekonomi besar-besaran dari pihak AS.

Ancaman Trump tidak hanya ditujukan kepada Iran, tetapi juga kepada negara-negara lain yang berpotensi membantu Tehran. Peringatan itu menambah tekanan internasional terhadap Iran di tengah situasi yang semakin tidak menentu. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai respons resmi Iran atas pengumuman operasi ekonomi tersebut.

Pernyataan Araghchi menegaskan bahwa jalur diplomasi melalui mediator masih menjadi pilihan Iran. Namun, Iran bersikeras bahwa penghentian perang secara menyeluruh, bukan gencatan senjata, adalah tuntutan yang tidak bisa ditawar. Situasi ini membuat prospek perdamaian antara AS dan Iran semakin kompleks.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User