Iran Rotasi Besar-besaran: Empat Tokoh Garis Keras Baru Siap Hadapi AS

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, merombak jajaran keamanan dengan menunjuk empat tokoh garis keras, termasuk mantan komandan IRGC dan kepala intelijen. Langkah ini dinilai sebagai sinyal kesiapan Iran menghadapi konfrontasi jangka panjang dengan AS, dengan penunjukan yang mencerminkan sikap lebih agresif dan siap mengambil risiko.

Sep 04, 2026 - 12:06
Updated: 2 months ago
0
Iran Rotasi Besar-besaran: Empat Tokoh Garis Keras Baru Siap Hadapi AS
Iran Rotasi Besar-besaran: Empat Tokoh Garis Keras Baru Siap Hadapi AS

Teheran, CNN Indonesia -- Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, baru saja melakukan perombakan besar-besaran di jajaran keamanan negara. Empat pejabat baru yang ditunjuk dikenal sebagai tokoh-tokoh garis keras yang dipersiapkan untuk menghadapi potensi konfrontasi jangka panjang dengan Amerika Serikat (AS). Langkah ini dinilai sebagai sinyal bahwa Iran tengah bersiap menghadapi situasi perang yang lebih intensif.

Jason Brodsky, direktur kebijakan di lembaga think tank United Against Nuclear Iran (UANI), menilai penunjukan ini mengindikasikan penerapan sikap yang lebih konfrontatif dan siap mengambil risiko. "Penunjukan ini mencerminkan keyakinan Iran bahwa mereka akan berada dalam situasi siaga perang untuk masa mendatang," ujarnya. Brodsky juga menyebut bahwa Mojtaba telah membawa kembali "generasi lama" IRGC, meskipun masih harus dilihat apakah ini akan memengaruhi diplomasi Iran dengan AS.

Salah satu tokoh yang ditunjuk adalah Mohsen Rezaei, mantan komandan IRGC yang memimpin perang melawan Irak pada 1980-an. Rezaei kini menjabat sebagai Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, posisi yang sebelumnya dipegang Ali Larijani. Rezaei dikenal sebagai tokoh yang memusuhi AS dan Israel, dan pada 2020 AS menjatuhkan sanksi kepadanya terkait dugaan keterlibatan dalam serangan terhadap pusat komunitas Yahudi di Argentina pada 1994. Ia juga sempat memperingatkan akan menenggelamkan kapal-kapal AS di Selat Hormuz jika AS memandu kapal-kapal yang terjebak di jalur pelayaran vital tersebut.

Hossein Taeb, mantan kepala intelijen IRGC yang mundur secara misterius pada 2022, kini ditunjuk sebagai Komandan Basij, milisi pemuda di bawah IRGC yang dikenal sebagai penegak keamanan di permukiman. Penunjukan Taeb dinilai sebagai upaya untuk meredam potensi protes masyarakat, terutama dengan memburuknya kondisi ekonomi. Brodsky menambahkan, "Penunjukan Taeb juga mencerminkan kekhawatiran kalangan penguasa Iran akan munculnya kembali kerusuhan seiring memburuknya situasi ekonomi, di mana Basij kemungkinan besar akan memainkan peran utama dalam menindak protes di masa mendatang."

Ahmad Vahidi, mantan menteri dalam negeri dan pertahanan, kini menjabat sebagai Panglima IRGC. Ia adalah panglima ketiga dalam waktu kurang dari setahun, menggantikan Mohammad Pakpour yang gugur pada hari pertama perang dan Hossein Salami yang tewas dalam perang 12 hari melawan Israel pada Juni 2025. Vahidi jarang tampil di publik dan baru muncul saat pemakaman mantan pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei pada Juli. AS telah menjatuhkan sanksi terhadapnya pada 2022 atas tuduhan pelanggaran HAM berat selama gelombang protes.

Terakhir, Ali Abdollahi ditunjuk sebagai Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata. Sebelumnya ia memimpin Khatam Al Anbiya, komando militer pusat lintas matra Iran. Jabatan barunya ini krusial untuk mengoordinasikan hubungan antara angkatan bersenjata reguler dan IRGC. Abdollahi dikenal vokal, dan pada Juni lalu ia memperingatkan bahwa jika AS menyerang Iran, balasannya akan lebih keras dan kobaran perang akan meluas dengan dampak yang jauh lebih besar.

Perombakan ini menandai perubahan signifikan dalam postur keamanan Iran di tengah meningkatnya ketegangan dengan AS. Dengan tokoh-tokoh berpengalaman dan garis keras di posisi kunci, Teheran tampaknya bersiap untuk menghadapi berbagai kemungkinan, termasuk konflik terbuka. Namun, apakah langkah ini akan memicu eskalasi atau justru membuka ruang diplomasi, masih menjadi pertanyaan besar yang akan terjawab seiring waktu.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User