Fadly Amran Gelontorkan Rp38 Miliar untuk Porprov Sumbar 2026, Kota Padang Jadi Tuan Rumah 20 Cabor

Porprov Sumbar XVI 2026 digelar 2-14 Oktober dengan tuan rumah bersama 12 kabupaten/kota. Kota Padang di bawah Wali Kota Fadly Amran menganggarkan Rp38 miliar, sekitar Rp23 miliar untuk bonus atlet dan sisanya operasional tuan rumah 20 cabor. Ini bagian dari program Padang Juara untuk membangun mental kompetitif dan investasi SDM.

Oct 05, 2026 - 09:49
Updated: 21 hours ago
0 0
Fadly Amran Gelontorkan Rp38 Miliar untuk Porprov Sumbar 2026, Kota Padang Jadi Tuan Rumah 20 Cabor
Fadly Amran Gelontorkan Rp38 Miliar untuk Porprov Sumbar 2026, Kota Padang Jadi Tuan Rumah 20 Cabor

Setelah vakum delapan tahun, Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat akhirnya kembali digelar. Porprov XVI Sumbar 2026 dijadwalkan berlangsung 2-14 Oktober 2026 dengan format tuan rumah bersama yang melibatkan 12 kabupaten/kota dan mempertandingkan 53 cabang olahraga. Pembukaan semula direncanakan di Kota Solok, namun akhirnya dipindahkan ke halaman Istana Gubernur Sumbar, sementara penutupan akan digelar di Padang Pariaman.

Antusiasme daerah terlihat dari jumlah peserta yang mendaftar. Kota Padang menurunkan 1.132 atlet dan 338 ofisial, Padang Pariaman membawa 700 atlet di 48 cabor, Pasaman Barat 564 orang, dan Mentawai menyulap Porprov menjadi panggung sport tourism dengan 500 atlet bertanding di Pantai Mapaddegat dan Katiet. Dari 19 daerah, hanya Sawahlunto yang tidak mendaftar tahun ini.

Di tengah keraguan sejumlah daerah untuk menjadi tuan rumah, Kota Padang justru mengambil peran besar. Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan bahwa kota itu tidak hanya berpartisipasi sebagai peserta, tetapi juga menjadi tuan rumah untuk 20 cabang olahraga, mulai dari atletik, basket, akuatik, panahan, hingga E-Sport dan balap motor.

Untuk mendukung peran tersebut, Pemerintah Kota Padang mengalokasikan anggaran sekitar Rp38 miliar. Fadly menyatakan bahwa dana itu telah dianggarkan jauh hari, baik untuk menjadi tuan rumah sebagian cabor maupun bonus bagi atlet. Sekitar Rp23 miliar dialokasikan khusus untuk bonus atlet peraih medali, sedangkan sisanya digunakan untuk operasional tuan rumah seperti venue, penginapan wasit dan juri, kesehatan, keamanan, serta transportasi lokal.

Langkah ini disebut sebagai bagian dari strategi pembinaan atlet untuk mempertahankan prestasi Kota Padang. Fadly menegaskan keinginannya agar Kota Padang selalu juara. Komitmen tersebut juga tercermin dari rampungnya proses penganggaran yang didukung komunikasi baik dengan DPRD Padang, berbeda dengan beberapa daerah lain.

Komitmen Rp38 miliar ini bukan hal yang tiba-tiba. Ia merupakan kelanjutan dari janji politik Fadly Amran saat mencalonkan diri sebagai Wali Kota Padang. Bersama Wakil Wali Kota Maigus Nasir, ia mengusung Program Unggulan (Progul) Padang Juara untuk periode 2025-2029. Program ini awalnya dikenal melalui Kartu Padang Juara, yang memberikan bantuan 6 stel seragam dan LKS gratis serta beasiswa penuh hingga ke luar negeri dengan anggaran Rp19,6 miliar, dengan tujuan agar tidak ada anak Padang yang putus sekolah karena keterbatasan biaya.

Namun, Padang Juara tidak hanya menyentuh bidang pendidikan. Dalam visi Fadly, program ini juga mencakup Pengembangan Prestasi Olahraga (Padang Balomba) yang menjadi turunan untuk mendorong generasi muda berprestasi di bidang olahraga, termasuk persiapan dan dukungan target juara umum kontingen Kota Padang pada Porprov Sumbar XVI 2026. Fadly menegaskan bahwa tujuan Progul Padang Juara adalah membangun mental kompetitif di kalangan siswa Kota Padang, agar generasi muda memiliki wawasan global dan mampu bersaing di masa depan tanpa meninggalkan akar kearifan lokal.

Bagi Fadly, investasi pada pendidikan dan olahraga adalah investasi yang sama, yaitu investasi sumber daya manusia. Ia melihat Porprov bukan sebagai beban APBD, melainkan sebagai investasi strategis. Ketika Porprov vakum delapan tahun, yang hilang bukan hanya medali, tetapi juga jenjang karier atlet muda. Dengan mengucurkan Rp38 miliar, ia berupaya membeli kembali delapan tahun yang hilang itu.

Meski demikian, publik akan tetap mengawasi penggunaan dana tersebut. Fadly sendiri menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas, seperti pesannya saat bimbingan teknis dana hibah KONI. Terlepas dari itu, langkah Kota Padang menjadi tuan rumah di tengah keraguan daerah lain patut diapresiasi. Porprov 2026 akan berakhir pada 14 Oktober, medali akan dibagi, tetapi komitmen seperti inilah yang akan menentukan apakah Padang benar-benar menjadi Kota Juara atau hanya juara umum sesaat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User