Dialog Strategis Indonesia-China: Energi, Mineral, hingga AI Jadi Prioritas Baru

Indonesia dan China sepakat memperkuat kerja sama bilateral di sektor energi, mineral, perdagangan maritim, karantina, dan AI dalam Dialog Strategis Komprehensif perdana di Jakarta. Kedua negara juga membahas rencana aksi 2027-2031 dan menghidupkan kembali mekanisme strategis yang sempat terhenti.

Sep 02, 2026 - 12:49
Updated: 2 months ago
0
Dialog Strategis Indonesia-China: Energi, Mineral, hingga AI Jadi Prioritas Baru
Dialog Strategis Indonesia-China: Energi, Mineral, hingga AI Jadi Prioritas Baru

Jakarta – Indonesia dan China mengambil langkah baru untuk mempererat hubungan bilateral dengan menyepakati penguatan kerja sama di berbagai sektor strategis. Kesepakatan ini dihasilkan dalam Dialog Strategis Komprehensif (CSD) perdana yang digelar di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, pada Jumat (21/8).

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Luar Negeri RI Sugiono dan Menteri Luar Negeri China Wang Yi membahas sejumlah agenda penting yang menjadi fondasi kerja sama kedua negara untuk beberapa tahun ke depan. Dialog ini dinilai mampu memperkuat arsitektur kerja sama bilateral sekaligus menyusun peta jalan hubungan Indonesia-China yang lebih terarah.

Salah satu poin utama yang disepakati adalah kelanjutan rencana aksi kerja sama periode 2027-2031, yang merupakan kelanjutan dari rencana aksi 2022-2026. Sugiono menyambut baik pembahasan tersebut dan menegaskan komitmen kedua negara untuk terus meningkatkan kolaborasi di berbagai bidang.

"Kami juga menyambut baik pembahasan mengenai rencana aksi 2027-2031 sebagai kelanjutan dari rencana aksi 2022-2026," ujar Sugiono dalam konferensi pers bersama Wang Yi.

Selain itu, kedua negara sepakat untuk menghidupkan kembali mekanisme kerja sama strategis yang sebelumnya sempat berjalan, terutama di bidang energi, mineral, dan perdagangan maritim. Tidak hanya itu, Indonesia dan China juga berencana menciptakan mekanisme baru di bidang karantina dan kecerdasan buatan (AI).

"Kami juga sepakat untuk menghidupkan kembali mekanisme strategis di bidang energi, mineral, dan perdagangan maritim, serta menciptakan mekanisme baru, antara lain, di bidang karantina dan di bidang kecerdasan buatan," jelas Sugiono.

Pertemuan ini turut dihadiri sejumlah pejabat tinggi dari kedua negara, antara lain Wakil Menteri Luar Negeri China Hua Chunying, Wakil Ketua Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (NDRC) Zhou Haibing, Wakil Menteri Pertanian dan Urusan Pedesaan Zhang Zhili, serta Wakil Menteri Perdagangan Yan Dong. Dari pihak Indonesia, hadir Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Yuliot Tanjung, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri, dan Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika Angga Raka Prabowo.

Dialog ini menjadi tonggak penting dalam hubungan bilateral Indonesia-China, yang diharapkan mampu membawa manfaat nyata bagi kedua negara, terutama dalam menghadapi tantangan global di bidang energi, teknologi, dan perdagangan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User