Beijing Girang, PM Malaysia Anwar Ibrahim Tegaskan Taiwan Bagian dari China

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim membela klaim China atas Taiwan sebagai bagian dari China, bahkan mendukung penggunaan kekuatan militer jika reunifikasi damai gagal. Beijing menyambut gembira dan mengapresiasi sikap tegas Anwar terhadap prinsip Satu China.

Sep 06, 2026 - 23:37
Updated: 1 month ago
0 0
Beijing Girang, PM Malaysia Anwar Ibrahim Tegaskan Taiwan Bagian dari China
Beijing Girang, PM Malaysia Anwar Ibrahim Tegaskan Taiwan Bagian dari China

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim kembali menegaskan dukungannya terhadap klaim China atas Taiwan, menyebut pulau tersebut sebagai bagian tak terpisahkan dari China. Pernyataan itu langsung disambut gembira oleh Beijing, yang mengapresiasi sikap tegas Anwar terhadap prinsip Satu China.

Dalam wawancara khusus dengan Al Jazeera pada Senin (17/8), Anwar Ibrahim menyatakan bahwa Taiwan adalah bagian dari China, dan ia tidak mempermasalahkan jika China menggunakan kekuatan militer untuk menarik Taiwan ke bawah kendalinya. "Saya memandang Taiwan sebagai bagian dari China, titik," ujarnya.

Anwar juga mencontohkan Malaysia sebagai perbandingan. "Jika satu provinsi memutuskan untuk memisahkan diri, apakah kita akan menggunakan kekerasan? Saya rasa saya akan mempertahankan keutuhan dan persatuan bangsa," katanya. Ketika ditanya apakah ia akan menggunakan kekerasan jika terjadi upaya pemisahan diri, Anwar menjawab, "Ya. Jika tidak, (negara ini) akan terpecah-belah."

Pernyataan Anwar ini sejalan dengan sikap resmi Malaysia yang pada 2025 telah mengakui kebijakan Satu China dan menegaskan bahwa pemerintah Beijing adalah satu-satunya pemerintah yang sah bagi China. Kuala Lumpur juga menyebut Taiwan sebagai wilayah yang tidak dapat dipisahkan dari Republik Rakyat China.

Beijing merespons positif pernyataan Anwar. Kementerian Luar Negeri China menulis di akun X, "China mengapresiasi pernyataan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengenai isu Taiwan serta sikap tegasnya terhadap prinsip Satu China. Tidak ada yang akan menghalangi reunifikasi China."

Dalam jumpa pers rutin pada Rabu, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian juga menegaskan bahwa menjunjung tinggi prinsip Satu China mencerminkan aspirasi publik dan berpihak pada kebenaran. "Hanya ada satu China di dunia dan Taiwan merupakan bagian tak terpisahkan dari wilayah Tiongkok," ujarnya.

Sikap Anwar Ibrahim ini menuai perhatian karena ia dikenal sebagai pendukung demokrasi, namun ia membela klaim China atas Taiwan. Ia menegaskan bahwa prinsip Satu China diakui oleh semua pihak, meskipun ada perbedaan pandangan. "Kita mungkin tidak sependapat dengan... Ada hal-hal yang berlebihan. Ya, silakan sampaikan pandangan Anda. Namun, hal itu harus dilakukan dalam konteks tersebut. Prinsipnya adalah satu China," katanya.

Pernyataan Anwar ini menjadi sorotan internasional, terutama di tengah ketegangan hubungan China-Taiwan yang terus meningkat. Beijing sendiri tidak pernah mengesampingkan opsi penggunaan kekuatan militer untuk menarik Taiwan, meskipun menyatakan lebih memilih penyatuan kembali secara damai.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User