Bantuan Pangan Presiden Mulai Disalurkan, 33,2 Juta Warga Bakal Terima 30 Kg Beras
Kemenko Pangan menyerahkan bantuan 5 kg beras di Manado sekaligus menandai dimulainya program Bantuan Pangan Presiden Oktober-Desember 2026. Sebanyak 33,2 juta penerima manfaat dari desil 1-4 akan menerima 10 kg beras per bulan atau total 30 kg yang disalurkan secara dirapel. Pemerintah juga menyiapkan 1 juta ton beras SPHP seharga Rp12.500 per kg untuk stabilisasi harga.
Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) menyerahkan bantuan beras 5 kilogram kepada warga di Manado, Sulawesi Utara, Kamis (8/10). Penyerahan itu menjadi penanda dimulainya program Bantuan Pangan Presiden untuk periode Oktober hingga Desember 2026.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyatakan bahwa program bantuan pangan periode kedua tahun ini menyasar 33,2 juta penerima manfaat yang berasal dari kelompok desil 1 hingga desil 4. Setiap penerima akan mendapatkan 10 kilogram beras per bulan selama Oktober, November, dan Desember, sehingga total bantuan mencapai 30 kilogram.
"Bapak Presiden sudah menyetujui bantuan pangan untuk desil satu sampai desil empat. Masing-masing mendapat 10 kilogram per bulan untuk Oktober, November, dan Desember. Penyalurannya dirapel sekaligus menjadi 30 kilogram. Saat ini sedang diproses dan diharapkan mulai disalurkan sekitar satu sampai dua minggu ke depan," ujar Zulkifli dalam keterangan tertulis, Jumat (9/10).
Zulkifli menegaskan bahwa bantuan 5 kilogram yang diserahkan di Manado merupakan bantuan dari Kemenko Pangan dan berbeda dari program Bantuan Pangan Presiden yang akan disalurkan kepada penerima manfaat di seluruh Indonesia. Program periode Oktober-Desember ini melanjutkan penyaluran bantuan pangan periode Juli-September 2026 yang telah selesai.
Di Sulawesi Utara, berdasarkan evaluasi Bulog per 30 September 2026, sebanyak 281.794 Penerima Bantuan Pangan (PBP) memperoleh alokasi 8.453.820 kilogram beras. Seluruh beras tersebut telah diterima transporter, dan sebanyak 8.300.730 kilogram atau 98,19 persen di antaranya telah sampai ke tangan PBP.
"Penyaluran periode sebelumnya sudah selesai. Sekarang kita menyiapkan periode berikutnya agar bantuan segera diterima keluarga yang membutuhkan," kata Zulkifli.
Selain bantuan langsung, pemerintah memperkuat stabilisasi harga beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Sebanyak 1 juta ton beras SPHP akan disalurkan ke pasar tradisional dengan harga Rp12.500 per kilogram. "Kalau harga beras naik, masyarakat bisa mencari beras SPHP di pasar. Harganya Rp12.500 per kilogram dan akan disebarkan sebanyak 1 juta ton," imbuh Zulkifli.
Pemerintah juga menyiapkan 150 ribu ton jagung untuk kebutuhan pelaku usaha pakan ternak, serta 380 ribu ton beras berusia sekitar satu tahun untuk diolah menjadi tepung. Langkah ini bertujuan menjaga pasokan bahan baku industri pangan olahan. Zulkifli memastikan stok pangan nasional tetap mencukupi di tengah musim kemarau dan dinamika global. "Stok beras kita lebih dari empat juta ton. Telur dan ikan juga cukup. Insyaallah pangan aman sampai tahun depan," ujarnya.
Kemenko Pangan berkomitmen terus mengoordinasikan pemerintah pusat dan daerah bersama Bulog, Bank Indonesia, serta para pemangku kepentingan lainnya. Koordinasi tersebut dilakukan agar bantuan tersalurkan dengan baik dan pasokan pangan tetap tersedia dengan harga terjangkau.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)