Asap Karhutla RI Kian Parah, Malaysia Catat 3.764 Kasus ISPA dan Asma Melonjak 259 Persen

Kementerian Kesehatan Malaysia melaporkan lonjakan kasus ISPA dan asma akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan dari Indonesia. Kasus ISPA naik 124 persen menjadi 3.764, sementara asma melonjak 259 persen menjadi 219. Tujuh wilayah mencatat indeks pencemaran udara tidak sehat, termasuk Sarawak dan Kedah.

Aug 26, 2026 - 03:43
Updated: 2 months ago
0
Asap Karhutla RI Kian Parah, Malaysia Catat 3.764 Kasus ISPA dan Asma Melonjak 259 Persen
Asap Karhutla RI Kian Parah, Malaysia Catat 3.764 Kasus ISPA dan Asma Melonjak 259 Persen

Kementerian Kesehatan Malaysia mencatat lonjakan signifikan kasus infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) dan asma di tengah kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah negara itu. Kondisi ini dipicu oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia yang telah berlangsung sejak pekan lalu.

Berdasarkan pemantauan pada Minggu Epidemiologi (EW) ke-32 dan ke-33, kasus asma melonjak hingga 259 persen, sementara kasus ISPA meningkat 124 persen. Menteri Kesehatan Malaysia, Dzulkefly Ahmad, mengungkapkan bahwa jumlah kasus ISPA mencapai 3.764, naik dari sebelumnya 1.637 kasus. Adapun kasus asma tercatat 219 kasus, dibandingkan 61 kasus pada periode sebelumnya.

Menariknya, kasus konjungtivitis atau mata merah justru mengalami penurunan sebesar tujuh persen dalam periode yang sama. Dzulkefly merinci, kasus konjungtivitis turun menjadi 146 kasus dari sebelumnya 157 kasus.

Terkait kualitas udara, tujuh wilayah mencatat Indeks Pencemaran Udara (API) pada tingkat tidak sehat per pukul 08.00 pagi waktu setempat pada Minggu (23/8). Lima di antaranya berada di Sarawak, yaitu Serian (197), Kuching (185), Sri Aman (178), Samarahan (176), dan Sarikei (128). Dua wilayah lainnya adalah Sungai Petani di Kedah dan Taiping di Perak, yang sama-sama mencatat angka API 126.

Dzulkefly juga menyoroti peningkatan kasus yang berkaitan dengan panas, dengan statistik EW terbaru mencatat sembilan kasus, sebagian besar terkait sengatan panas. Sebelumnya, pada EW ke-30 hingga ke-32, jumlah kasus hanya berkisar dua hingga tiga kasus.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengurangi aktivitas di luar ruangan, dan segera mencari pertolongan medis jika mengalami gejala gangguan pernapasan. Di Kedah, Dinas Kesehatan setempat secara khusus mengimbau warga Sungai Petani dan Alor Setar untuk membatasi aktivitas luar ruangan karena kabut asap.

Kelompok berisiko tinggi seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit jantung diminta untuk lebih berhati-hati. Imbauan ini disampaikan menyusul kategori API tidak sehat di dua wilayah tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User