Arab Saudi dan 13 Negara Bentuk Koalisi Pertahanan Maritim untuk Amankan Selat Bab Al Mandab

Arab Saudi bersama 13 negara membentuk koalisi pertahanan maritim untuk menjaga Selat Bab Al Mandab dari ancaman blokade Houthi. Koalisi bersifat defensif, menghormati hukum internasional, dan bertujuan melindungi kebebasan navigasi serta jalur perdagangan. Markas besar akan berada di Riyadh, dan koalisi terbuka bagi negara lain yang ingin bergabung.

Aug 7, 2026 - 03:57
Aug 7, 2026 - 03:57
 0
Arab Saudi dan 13 Negara Bentuk Koalisi Pertahanan Maritim untuk Amankan Selat Bab Al Mandab
Arab Saudi dan 13 Negara Bentuk Koalisi Pertahanan Maritim untuk Amankan Selat Bab Al Mandab

Arab Saudi bersama 13 negara lainnya mengumumkan pembentukan koalisi pertahanan maritim untuk menjaga Selat Bab Al Mandab dari potensi blokade oleh milisi Houthi Yaman. Pengumuman tersebut disampaikan dalam pernyataan bersama setelah pertemuan yang digelar di Riyadh pada Kamis, 30 Juli 2025.

Dalam pernyataan bersama itu, koalisi ditegaskan bersifat murni defensif dan tidak menargetkan negara, aliansi, atau organisasi internasional mana pun. Seluruh kegiatan akan dilakukan dengan mematuhi hukum internasional, menghormati kedaulatan negara, serta melindungi kebebasan navigasi.

Sebanyak 14 negara mendukung pembentukan koalisi ini, yaitu Arab Saudi, Turki, Kuwait, Bahrain, Qatar, Yordania, Mesir, Pakistan, Djibouti, Somalia, Bangladesh, Yaman, dan Komoro. Arab Saudi ditetapkan sebagai negara pendiri sekaligus pemimpin koalisi, dengan markas besar yang mencakup Pusat Koordinasi Operasi Gabungan, Pusat Operasi Maritim Gabungan, dan Sekretariat Jenderal berlokasi di negara tersebut.

Koalisi ini dibentuk sebagai kerangka kerja sama pertahanan maritim yang bertujuan meningkatkan keamanan maritim, melindungi kebebasan navigasi, mengamankan jalur perdagangan internasional dan pasokan energi, serta melindungi kepentingan maritim di Selat Bab Al Mandab, Laut Merah, dan Teluk Aden sesuai dengan hukum internasional dan konvensi PBB.

Pernyataan bersama juga menyebutkan bahwa negara-negara peserta akan terus menyelesaikan prosedur domestik yang diperlukan untuk secara resmi bergabung dengan piagam koalisi. Inisiatif ini juga dimaksudkan untuk memperkuat kerja sama keamanan maritim, intelijen dan pertukaran informasi, perencanaan operasional, latihan bersama, peningkatan kapasitas, serta operasi maritim bersama.

Kementerian Pertahanan Arab Saudi menggambarkan pertemuan tersebut membahas ancaman terhadap keamanan maritim, termasuk keamanan kapal dan infrastruktur maritim. Pertemuan itu juga menjajaki cara-cara memperkuat kerja sama pertahanan multilateral guna melindungi rantai pasokan dan ekonomi global.

Lebih lanjut, peserta membahas draf piagam aliansi, struktur organisasi, pengaturan komando, serta mekanisme operasional di masa mendatang. Para peserta mencapai kesepahaman mengenai penyelesaian prosedur pembentukan, termasuk draf akhir piagam aliansi dan penyelesaian struktur organisasi serta pengaturan teknis yang diperlukan, yang membuka jalan bagi peluncuran aliansi dan dimulainya operasi.

Aliansi ini merupakan inisiatif pertahanan internasional yang terbuka bagi semua negara yang ingin bergabung. Pintu tetap terbuka bagi negara-negara lain untuk bergabung dengan piagam koalisi setelah menyelesaikan prosedur nasional mereka.

Inisiatif ini muncul setelah Houthi mengumumkan akan memblokir jalur maritim Arab Saudi di Laut Merah dan mendeklarasikan penutupan Selat Bab Al Mandab. Dalam beberapa waktu terakhir, Houthi dan Arab Saudi saling terlibat pertempuran di tengah konflik Amerika Serikat versus Iran yang kembali memanas pekan ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0