Angie Nixon Kejutkan Primary Demokrat Florida, Politikus Pro Palestina Ini Kalahkan Kandidat Dukungan Partai
Angie Nixon, politikus pro Palestina dari Partai Demokrat, memenangi pemilu pendahuluan Senat AS di Florida dengan mengalahkan Alex Vindman yang didukung arus utama partai. Anggota DPR Florida ini dikenal karena menangis saat memperjuangkan resolusi gencatan senjata Gaza yang gagal telak. Ia akan menghadapi kandidat Republik Ashley Moody pada November mendatang.
Politikus Partai Demokrat yang dikenal vokal membela Palestina, Angie Nixon, menorehkan kejutan dalam pemilu pendahuluan (primary) Partai Demokrat untuk kursi Senat AS di Florida. Ia memenangi kontestasi tersebut pada Selasa (18/8) dengan mengalahkan Alex Vindman, pesaing yang mendapat dukungan dari arus utama partai.
Kemenangan ini menempatkan Angie sebagai kandidat Demokrat untuk maju ke pemilihan umum Senat AS. Ia akan berhadapan dengan kandidat dari Partai Republik, Ashley Moody. Keduanya bersaing memperebutkan kursi yang ditinggalkan Marco Rubio setelah politikus itu menjadi menteri luar negeri tahun lalu, dengan pemungutan suara dijadwalkan berlangsung November mendatang.
Angie saat ini menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Negara Bagian Florida dari Partai Demokrat. Ia berasal dari Duval County dan dikenal sebagai satu-satunya anggota parlemen negara bagian yang secara terbuka menyuarakan kematian warga Palestina di DPR Florida.
Ketika Israel melancarkan serangan ke Gaza, Angie mengajukan resolusi yang menyerukan gencatan senjata dalam perang Israel-Hamas. Resolusi bernomor HR 31 C itu menjadi salah satu dari tiga resolusi di DPR Florida yang membahas perang yang meletus setelah serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober. Dua resolusi lainnya, yang justru menyatakan dukungan untuk Israel, diajukan oleh anggota DPR dari Partai Demokrat Katherine Waldron dan anggota DPR dari Partai Republik Randy Fine.
Saat membawakan resolusinya, Angie tak mampu menahan tangis. Ia meneteskan air mata dan semakin terisak ketika menyampaikan pidato penutup. Namun anggota Dewan Perwakilan Florida lainnya justru memalingkan muka darinya, dan resolusi tersebut akhirnya gagal telak.
Dalam pidatonya, Angie menegaskan komitmennya memperjuangkan komunitas yang terpinggirkan. Ia menyatakan tidak akan tinggal diam meski diancam dicabut pendanaannya, dibungkam, atau dihukum karena menyuarakan nasib komunitas yang terpinggirkan. Ia juga menegaskan berada di sisi yang benar dalam sejarah karena tidak ingin bayi-bayi menjadi korban.
Anggota DPR lainnya mempertanyakan apakah resolusi tersebut bersimpati kepada teroris dan mempersoalkan mengapa resolusi aslinya tidak menyebutkan orang-orang yang disandera Hamas serta alasan Palestina disebut sebagai wilayah yang diduduki. Angie sempat mengajukan amandemen pada Selasa pagi untuk menyerukan pembebasan para sandera, tetapi amandemen itu tidak disetujui.
Dalam pidato penutupnya, Angie menyoroti besarnya korban jiwa di Gaza. Ia menyebut sudah ada 10.000 warga Palestina yang tewas dan mempertanyakan berapa banyak lagi nyawa yang harus melayang. Pertanyaan itu langsung disahut oleh suara seorang laki-laki di dalam Gedung Parlemen yang berseru "semuanya", meski tidak diketahui siapa orang tersebut.
Pada akhirnya, 104 perwakilan memberikan suara menentang resolusi tersebut, sementara 12 orang abstain. Pemungutan suara itu berlangsung setelah Fine, perwakilan Partai Republik Jeff Holcomb, dan perwakilan Partai Demokrat Michael Gottlieb menilai seruan gencatan senjata sebagai anti-Semit. Perwakilan Partai Demokrat lainnya, Hillary Cassel, juga berbicara menentang Nixon.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)