AMS Mengabdi 6: 15 Jam Menembus Medan Terjal untuk Mengabdi dan Mengawal Aspirasi Warga Tigo Jangko
Ratusan mahasiswa Aliansi Mahasiswa Solok Se-Indonesia (AMS) menempuh perjalanan 15 jam melewati medan terjal untuk mengabdi di Jorong Tigo Jangko, Nagari Sumiso, Kabupaten Solok. Selama 25-31 Juli 2026, mereka menjalankan program pendidikan, kesehatan, dan sosial, serta menghimpun aspirasi warga terkait infrastruktur jalan. AMS berkomitmen mengawal aspirasi tersebut hingga mendapat respons pemerintah.
Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Solok Se-Indonesia (AMS) menempuh perjalanan hampir 15 jam menuju Jorong Tigo Jangko, Nagari Sumiso, Kecamatan Tigo Lurah, Kabupaten Solok. Wilayah ini dikenal memiliki akses yang sangat terbatas dan medan yang sulit dijangkau. Perjalanan dimulai sejak pukul 04.00 WIB dengan melewati beberapa kabupaten dan kota sebelum memasuki jalur pedalaman.
Kondisi jalan yang terjal, berbatu, dan berlumpur memaksa rombongan menggunakan kendaraan double gardan. Di sejumlah titik, mereka harus turun dan berjalan kaki karena kendaraan tidak dapat melintas. Saat hujan turun, akses menuju Tigo Jangko bahkan nyaris tidak dapat dilalui. Meski demikian, semangat pengabdian para mahasiswa tidak surut.
Selama 25–31 Juli 2026, panitia AMS Mengabdi 6 melaksanakan puluhan program yang berfokus pada pendidikan, kesehatan, dan sosial kemasyarakatan. Di bidang pendidikan, mereka menghadirkan AMS Mengajar, Festival Cerya, serta membangun Rumah Cerya (Cerdas dan Berbudaya) sebagai ruang belajar bagi anak-anak. Di bidang kesehatan, dilakukan pemeriksaan kesehatan gratis, edukasi pencegahan malnutrisi, aksi cuci tangan pakai sabun, dan Sigiber (Sikat Gigi Bersama).
Untuk bidang sosial kemasyarakatan, AMS menyusun Peta Wilayah Jorong Tigo Jangko, melaksanakan Maghrib Mengaji, Festival Maghrib Mengaji, Nutri Kreasi, serta berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat. Ketua Pelaksana AMS Mengabdi 6, Desri Maharani Eka Putri, menegaskan bahwa seluruh program dirancang berdasarkan kebutuhan masyarakat agar manfaatnya berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial.
Selain menjalankan program, AMS juga menghimpun aspirasi masyarakat, terutama terkait kondisi infrastruktur jalan yang selama bertahun-tahun menjadi hambatan mobilitas, pelayanan kesehatan, pendidikan, dan aktivitas ekonomi warga. Sebelum kegiatan, AMS telah berkomunikasi dan menyampaikan surat resmi kepada Bupati Solok dan Wakil Bupati Solok untuk mendorong percepatan pembangunan akses jalan menuju Tigo Jangko.
Ketua Umum AMS, Anggra Islami Dasya, menegaskan komitmen organisasinya untuk terus mengawal aspirasi masyarakat Tigo Jangko. Ia menyatakan bahwa AMS datang bukan hanya membawa program, tetapi juga membawa amanah masyarakat. Ia berharap aspirasi tersebut tidak berhenti sebagai cerita dari pelosok, tetapi menjadi perhatian pemerintah dan diwujudkan melalui langkah nyata.
Sebagai salah satu hasil pengabdian, AMS menyerahkan Peta Wilayah Jorong Tigo Jangko kepada Pemerintah Jorong. Dokumen tersebut disusun selama pelaksanaan AMS Mengabdi 6 dan ditandatangani secara simbolis oleh Ketua Umum AMS, Kepala Jorong Tigo Jangko, serta Wakil Bupati Solok sebagai bentuk kolaborasi dalam perencanaan pembangunan wilayah.
Wakil Bupati Solok memberikan apresiasi atas konsistensi AMS dalam mengabdi di wilayah pelosok. Ia berharap semangat dan kolaborasi seperti ini terus tumbuh serta menjadi inspirasi bagi generasi muda. Selama sepekan, masyarakat Tigo Jangko tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga terlibat aktif dalam setiap kegiatan, menunjukkan kebersamaan antara mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah dalam membangun daerah.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0