Trump Tawari Bos UFC Jadi Jubir Gedung Putih, Ternyata Salah Orang

Presiden AS Donald Trump diduga salah paham saat menawarkan posisi juru bicara Gedung Putih kepada Dana White, CEO UFC. Posisi itu sebenarnya ditujukan untuk Dana White lain. CEO UFC tersebut dikabarkan menolak tawaran itu, sementara seorang ajudan menyebut Trump hanya bercanda. Insiden ini muncul saat Trump masih kesulitan mencari jubir baru setelah Karoline Leavitt hengkang dan Katie Zacharia hanya bertahan lima hari.

Nov 08, 2026 - 20:02
Updated: 7 hours ago
0
Trump Tawari Bos UFC Jadi Jubir Gedung Putih, Ternyata Salah Orang
Trump Tawari Bos UFC Jadi Jubir Gedung Putih, Ternyata Salah Orang

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjadi sorotan setelah secara terbuka menawarkan posisi juru bicara Gedung Putih kepada Dana White, CEO Ultimate Fighting Championship (UFC). Namun, tawaran itu diduga keliru sasaran karena posisi tersebut tampaknya ditujukan kepada Dana White yang lain.

Dalam unggahan di Truth Social pada Sabtu (7/11), Trump menyebut Dana White sebagai sosok hebat, seorang petarung dan pejuang tangguh yang telah ditawari pekerjaan sebagai juru bicara Amerika Serikat. Trump juga meminta White membawa sejumlah asisten, dengan menyebut enam petarung UFC dan mengunggah foto mereka dalam postingan tersebut.

"Kita membutuhkan orang-orang ini untuk membela kita dari Lunatic Left (Sayap Kiri Gila). Dana akan menjadi Juru Bicara yang tidak ada duanya. Dana, tolong terima pekerjaan ini!" tulis Trump dalam unggahannya.

Direktur Komunikasi Gedung Putih Steven Cheung turut mengunggah ulang pesan presiden tersebut dengan komentar bernada dukungan, "Hell yeah! Do it, @DanaWhite!" CNN telah menghubungi Gedung Putih dan UFC untuk meminta komentar, tetapi belum mendapat jawaban.

Seorang sumber yang mengetahui persoalan itu menyebut CEO UFC tersebut telah menolak gagasan yang tidak lazim tersebut. Dalam konferensi pers pada Sabtu, White juga menghindari pertanyaan soal tawaran itu dan hanya menyatakan rencananya terbang ke Washington, DC, untuk bertemu Trump pada Senin.

Dana White diketahui telah bertahun-tahun menjadi salah satu sekutu Trump yang paling menonjol. Ia berbicara dalam tiga Konvensi Nasional Partai Republik terakhir dan membantu Partai Republik menjangkau pemilih laki-laki muda, kelompok yang berperan penting dalam kembalinya Trump ke Gedung Putih.

Dikutip dari CNN, seorang ajudan kemudian mengatakan Trump hanya bercanda mengenai tawaran tersebut. Unggahan presiden itu muncul ketika dirinya masih mencari juru bicara baru setelah Karoline Leavitt meninggalkan jabatan tersebut dan Katie Zacharia hanya bertahan selama lima hari.

Trump disebut kesulitan menemukan sosok untuk mengisi posisi penting yang sangat menjadi perhatian pribadinya. Persoalan ini semakin krusial setelah Partai Demokrat memenangkan kendali Kongres dan berjanji akan menyelidiki pemerintahannya.

Zacharia dipecat setelah sesi pengarahan pers yang berlangsung kacau hingga terbongkar bahwa dirinya mengaku tak pernah lulus ujian pengacara (bar exam), meski berulang kali menyatakan diri sebagai pengacara. Pemecatan itu menjadikannya juru bicara Gedung Putih dengan masa jabatan terpendek, yakni lima hari, dalam sejarah. Sementara Leavitt, yang menjabat selama satu setengah tahun, meninggalkan posisinya pada Agustus dengan alasan ingin menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarga, dan bulan ini bergabung dengan Fox News sebagai kontributor.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User