5,7 Juta Akun Pelanggan Fore Coffee Diduga Bocor, CEO Vico Lomar Minta Maaf

PT Fore Kopi Indonesia Tbk mengonfirmasi akses tanpa izin ke platform data pelanggan yang berdampak pada sekitar 5,7 juta akun. Data yang dapat terdampak mencakup nama, email, nomor telepon, hingga PIN dalam bentuk hash. CEO Vico Lomar menyampaikan permintaan maaf dan memastikan sistem telah diamankan dalam 24 jam serta insiden dilaporkan ke Komdigi.

Oct 29, 2026 - 04:02
Updated: 8 hours ago
0
5,7 Juta Akun Pelanggan Fore Coffee Diduga Bocor, CEO Vico Lomar Minta Maaf
5,7 Juta Akun Pelanggan Fore Coffee Diduga Bocor, CEO Vico Lomar Minta Maaf

PT Fore Kopi Indonesia Tbk mengakui telah terjadi akses tanpa izin terhadap salah satu platform pengelola data pelanggan Fore Coffee. Berdasarkan investigasi awal, insiden tersebut berdampak pada sekitar 5,7 juta akun pelanggan.

Dalam keterangan tertulis pada Rabu (28/10), perusahaan menyebut sebagian data pelanggan telah diakses oleh pihak yang tidak berwenang. Jenis informasi yang terdampak tidak sama untuk setiap pelanggan. Data yang dapat terdampak meliputi nama, alamat email, nomor telepon, tanggal lahir, jenis kelamin, serta alamat yang terdaftar di aplikasi Fore. Selain itu, PIN dalam bentuk hash atau hashed PIN dan riwayat pembelian melalui aplikasi juga termasuk informasi yang berpotensi terdampak.

CEO PT Fore Kopi Indonesia Tbk Vico Lomar menyampaikan permintaan maaf kepada pelanggan atas insiden tersebut. Ia menegaskan bahwa melindungi data pelanggan merupakan tanggung jawab perusahaan. "Kami memahami kekhawatiran yang ditimbulkan oleh kejadian ini dan dengan tulus meminta maaf kepada pelanggan yang terdampak," ujar Vico dalam keterangan tertulisnya.

Fore memastikan aplikasinya tidak pernah meminta maupun menyimpan nomor induk kependudukan (NIK) dan foto KTP pelanggan. Perusahaan juga menyatakan informasi pembayaran, termasuk detail kartu kredit dan debit, disimpan pada platform terpisah sehingga tidak terdampak insiden ini.

Setelah aktivitas tanpa izin teridentifikasi, Fore mengklaim telah menghentikan akses tersebut dan mengamankan sistem terkait dalam waktu 24 jam. Langkah penanganan yang dilakukan mencakup pengujian keamanan, penanganan kerentanan yang ditemukan, pembaruan platform ke versi terbaru, serta penerapan pengamanan tambahan.

Perusahaan juga menunjuk konsultan keamanan siber untuk melakukan investigasi forensik terhadap aplikasi, platform terkait, dan sistem teknologi informasi lain yang relevan. Investigasi tersebut disebut masih berlangsung hingga kini.

Fore menyatakan telah melaporkan insiden ini kepada Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dan menghubungi pelanggan yang terdampak secara langsung. Pelanggan yang menerima pemberitahuan diminta segera mengganti PIN akun Fore atau membuat PIN apabila belum memilikinya. PIN pada akun lain yang menggunakan kombinasi sama juga perlu diganti. Aplikasi Fore disebut telah menerapkan autentikasi dua faktor (2FA) untuk proses masuk melalui perangkat baru.

Hingga keterangan tersebut diterbitkan, Fore belum menemukan indikasi penyalahgunaan informasi yang diakses. Meski demikian, pelanggan diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap telepon, SMS, email, dan pesan WhatsApp yang mengatasnamakan perusahaan, serta tidak memberikan PIN maupun kode OTP kepada siapa pun. Vico menyatakan perusahaan kini berfokus mendukung pelanggan terdampak, menuntaskan investigasi, dan memperkuat sistem serta tata kelola keamanan berdasarkan hasil penelusuran.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User