Wamenko Dradjad Imbau Investor Domestik Tenang Hadapi Pengumuman MSCI, Ingatkan Risiko Panik
Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo meminta investor domestik tidak panik menanggapi pengumuman MSCI terkait pasar modal Indonesia. Ia menekankan pentingnya ketahanan dan perhitungan sendiri karena dana investasi masyarakat kerap berasal dari tabungan jangka panjang. Pemerintah tetap melanjutkan reformasi tata kelola dan penegakan hukum pasar modal, terlepas dari keputusan MSCI.
Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo mengimbau investor dalam negeri agar tidak panik merespons pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengenai pasar modal Indonesia. Menurutnya, investor domestik perlu membangun ketahanan dalam menghadapi gejolak pasar dan tidak serta-merta bereaksi terhadap setiap pengumuman yang memengaruhi sentimen pasar.
"Saya ingin teman-teman di dalam negeri itu resiliensi, menghitung sendiri," ujar Dradjad di Jakarta, Jumat (16/10).
Dradjad menjelaskan bahwa dana yang ditanamkan masyarakat di pasar modal sering kali berasal dari tabungan untuk kebutuhan jangka panjang, seperti membeli rumah atau membiayai pendidikan anak. Karena itu, kepanikan yang berlebihan justru berpotensi merugikan investor itu sendiri.
"Tabungan buat nanti beli rumah, tabungan buat nanti biaya anak sekolah dan sebagainya. Nah kalau gampang panik akan rugi. Tapi kalau kita gak gampang panik itu akan bisa lebih aman," tuturnya.
Ia menilai investor perlu memiliki perhitungan sendiri agar dapat menentukan langkah investasi tanpa semata-mata mengikuti perubahan sentimen pasar. Dradjad juga menyinggung analisis hipotetis mengenai perbedaan perilaku antara investor yang mudah panik dan investor yang lebih stabil dalam menghadapi gejolak pasar.
Di sisi lain, Dradjad menegaskan pemerintah tetap melanjutkan reformasi tata kelola pasar modal, terlepas dari keputusan MSCI. Perbaikan tata kelola dan penegakan hukum disebutnya tetap menjadi agenda pemerintah.
"Pemerintah tetap melanjutkan reform. Ada atau tidak ada, apapun keputusan dari MSCI kita tetap akan melakukan," ujarnya.
Langkah konkret untuk memperbaiki tata kelola pasar modal akan dibahas lebih lanjut oleh pemerintah. Meski demikian, Dradjad menekankan investor domestik tetap perlu memiliki ketahanan agar tidak mudah terpengaruh penilaian dari lembaga indeks global.
"Ya ini nanti akan dibahas, akan dirapatkan. Intinya tata kelola yang perlu kita perbaiki akan kita perbaiki. Tapi kita juga harus punya resiliensi di dalam negeri," terangnya.
Terkait penegakan hukum, Dradjad menyatakan pemerintah telah menjalankan sejumlah langkah dan akan terus memperkuat penindakan di pasar modal. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) disebutnya siap memperkuat penegakan hukum tersebut.
"Enggak usah dia (MSCI) yang bilang, saya juga bilang dari dulu kita perlu penegakan hukum yang lebih kuat," ujarnya saat ditanya mengenai dorongan MSCI untuk memperkuat penegakan hukum di pasar modal.
Sebagian langkah penegakan hukum yang dilakukan pemerintah, lanjutnya, berkaitan dengan saham milik kelompok konglomerasi besar. Penguatan penegakan hukum itu bukan hanya untuk memenuhi permintaan MSCI, melainkan juga demi kepentingan pemerintah.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)