Wakil Wali Kota Payakumbuh Kunjungi Universitas Ekasakti: Perkuat Sinergi Kampus dan Pemerintah Daerah
Wakil Wali Kota Payakumbuh kunjungi Universitas Ekasakti. Bahas MoU, hilirisasi riset, dan sinergi Kampus Berdampak untuk masyarakat.
Padang — Dalam semangat mempererat hubungan antara dunia pendidikan dan pemerintahan daerah, Universitas Ekasakti Padang menyambut kunjungan kehormatan dari Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, S.KM, MPPM. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam membangun sinergi berkelanjutan untuk mendukung pembangunan berbasis riset dan pengabdian masyarakat.
Kehadiran orang nomor dua di Kota Payakumbuh ini disambut hangat oleh Rektor Universitas Ekasakti, Prof. Dr. H. Sufyarma Marsidin, M.Pd. Turut hadir dalam pertemuan itu sejumlah pejabat kampus seperti Ketua LPPM Prof. Dr. Ir. I Ketut Budaraga, M.Si, Wakil Rektor III Drs. M. Takdir Mattalitti, M.Si, serta para pimpinan unit dan fakultas lainnya.
Tak hanya melibatkan civitas dari Universitas Ekasakti, kunjungan ini juga menghadirkan Direktur Akademi Akuntansi Indonesia, Desmiwerita, SE, M.Si, bersama tim akademik. Pertemuan berlangsung akrab di ruang Yayasan Universitas Ekasakti, menghadirkan suasana kekeluargaan namun tetap sarat dengan nuansa strategis.
Dorong Kolaborasi Konkret Lewat Semangat “Kampus Berdampak”
Pertemuan ini bukan sekadar ajang silaturahmi biasa. Di balik hangatnya suasana, tersimpan visi besar: menjadikan perguruan tinggi sebagai mitra aktif pemerintah daerah dalam menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat. Istilah “Kampus Berdampak” mencuat sebagai gagasan utama, yang bermakna bahwa kampus tak hanya menjadi pusat keilmuan, tetapi juga agen perubahan sosial.
Melalui diskusi terbuka, berbagai peluang kolaborasi dibahas secara intens. Salah satunya adalah rencana penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Universitas Ekasakti dan Pemerintah Kota Payakumbuh. Dokumen ini akan menjadi dasar formal kerja sama lintas sektor, mulai dari pengembangan pendidikan, penelitian terapan, pengabdian kepada masyarakat, hingga pemanfaatan hasil riset sebagai rujukan kebijakan daerah.
Hilirisasi Riset Jadi Fokus Utama
Ketua LPPM Universitas Ekasakti, Prof. Dr. Ir. I Ketut Budaraga, M.Si, menyoroti urgensi hilirisasi riset—yakni menjembatani antara hasil penelitian kampus dengan kebutuhan nyata di lapangan. Menurutnya, banyak temuan dan kajian dari para dosen serta mahasiswa yang berpotensi diimplementasikan secara langsung di masyarakat.
Ia mencontohkan, riset dalam bidang ekonomi kreatif, pertanian berkelanjutan, kesehatan masyarakat, hingga reformasi tata kelola pemerintahan bisa menjadi solusi bagi permasalahan di Payakumbuh dan wilayah sekitarnya. Dengan kolaborasi ini, riset kampus tidak berhenti di jurnal ilmiah, tapi betul-betul memberi manfaat konkret.
Komitmen Universitas Ekasakti Hadir di Tengah Masyarakat
Rektor Universitas Ekasakti, Prof. Dr. H. Sufyarma Marsidin, M.Pd, dalam sambutannya menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menjadikan kampus sebagai institusi yang hidup berdampingan dengan masyarakat. Ia menggarisbawahi pentingnya kehadiran kampus yang tidak eksklusif, tapi turut andil dalam setiap pembangunan yang bersifat solutif dan inklusif.
“Kami tidak ingin kampus hanya menjadi menara gading. Justru kami ingin menjadi bagian dari masyarakat, hadir dengan solusi dan inovasi. Kerja sama dengan Pemko Payakumbuh adalah bukti nyata dari komitmen ini,” ungkap Rektor.
Perkuat Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM)
Dalam pertemuan tersebut, Wakil Rektor III Drs. M. Takdir Mattalitti, M.Si, menambahkan bahwa kolaborasi ini juga mendukung implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Dengan adanya kerja sama lintas sektor, mahasiswa akan memiliki lebih banyak ruang untuk terlibat dalam kegiatan sosial dan pengabdian di luar kampus.
“Program MBKM memberikan fleksibilitas kepada mahasiswa untuk belajar dari luar kelas, dari dunia nyata. Sinergi ini membuka peluang besar bagi mereka untuk terjun langsung dalam pembangunan daerah,” jelasnya.
Pendidikan Vokasi Jadi Pilar Pendukung Pembangunan Daerah
Sementara itu, Direktur Akademi Akuntansi Indonesia, Desmiwerita, SE, M.Si, menyatakan kesiapan lembaganya dalam mendukung kolaborasi ini. Ia menekankan pentingnya peran pendidikan vokasi dalam mencetak tenaga kerja siap pakai yang relevan dengan kebutuhan industri dan pemerintahan daerah.
“Pendidikan vokasi adalah kunci untuk memperkuat SDM lokal. Kami siap berkontribusi dalam skema kerja sama ini agar lulusan kami tidak hanya kompeten, tetapi juga relevan dengan tuntutan dunia kerja,” ujarnya.
Sinergi Pemerintah dan Perguruan Tinggi Demi Daerah yang Lebih Maju
Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat Universitas Ekasakti. Ia melihat kunjungan ini sebagai langkah awal yang strategis dalam membangun sinergi jangka panjang.
Menurutnya, pemerintah daerah sangat terbuka terhadap inovasi dan hasil kajian akademik dari kampus. Ia berharap kolaborasi ini tidak berhenti di MoU saja, tetapi terus berlanjut dalam bentuk kegiatan nyata yang membawa perubahan positif.
“Kami ingin ada dampak langsung dari kerja sama ini. Jika riset bisa membantu kami menyusun kebijakan yang lebih tepat, tentu ini akan mempercepat pembangunan di Payakumbuh,” ujar Elzadaswarman.
Menuju Masa Depan Kolaboratif Berbasis Riset dan Aksi Nyata
Kunjungan ini menandai dimulainya babak baru dalam hubungan antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah. Melalui semangat kolaborasi, Universitas Ekasakti, Akademi Akuntansi Indonesia, dan Pemko Payakumbuh berkomitmen untuk bersama-sama mendorong pembangunan yang berkelanjutan dan berbasis pada hasil riset serta aksi nyata.
Dengan terbangunnya komunikasi dan kerja sama yang solid, besar harapan bahwa sinergi ini akan memperkuat ekosistem inovasi lokal, menciptakan SDM unggul, dan membangun masyarakat yang lebih sejahtera.
What's Your Reaction?
Like
2
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0