Singapura-Indonesia Memanas, Menlu Vivian Balakrishnan Temui Arrmanatha Nasir di Jakarta
Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan menemui Menlu RI Arrmanatha Nasir di Jakarta di tengah ketegangan akibat kabut asap dan pemangkasan pasokan gas. Indonesia memotong ekspor gas ke Singapura sekitar 8 persen, sementara Singapura berharap kontrak tetap dihormati. Menlu Bahlil menegaskan Indonesia menghormati kontrak dan aturan.
Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir (Tata) di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Selasa (27/10) siang. Pertemuan ini berlangsung saat hubungan kedua negara tengah memanas akibat persoalan kabut asap dan kuota ekspor gas ke Singapura.
Informasi pertemuan tersebut disampaikan Kemlu RI melalui rilis resmi yang diterima CNN Indonesia. Kedatangan Vivian ke Jakarta menjadi perhatian karena terjadi di tengah meningkatnya ketegangan bilateral.
Sebelumnya, Indonesia memangkas pasokan gas melalui pipa ke Singapura sekitar 8 persen per Sabtu. Langkah itu diambil dengan alasan untuk mengamankan pasokan dalam negeri. Kebijakan ini muncul beberapa hari setelah Menteri Energi Bahlil Lahadalia mengancam akan meninjau ulang kontrak ekspor dengan negara-negara yang dinilai tidak kooperatif dan tidak memperlakukan Indonesia dengan rasa saling menghormati.
Kunjungan Vivian juga berlangsung saat frustrasi melanda kawasan, termasuk Malaysia, akibat kabut asap yang dipicu oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla) paling parah di Indonesia dalam 11 tahun terakhir. Singapura sendiri sangat bergantung pada gas alam, yang memasok hingga 95 persen kebutuhan listriknya.
Meskipun pengurangan pasokan dari Indonesia hanya mencakup kurang dari 2 persen dari permintaan harian Singapura, Perdana Menteri Lawrence Wong pada Minggu menyatakan harapannya agar para pihak penandatangan kontrak tetap menghormati komitmen mereka.
Menanggapi hal itu, Bahlil pada Senin menegaskan bahwa volume gas yang saat ini dipasok ke Singapura telah memenuhi tingkat minimum yang ditetapkan dalam perjanjian. Ia juga menegaskan sikap Indonesia terkait kontrak.
"Bangsa kita adalah bangsa yang menghormati kontrak dan aturan. Jadi, jangan mengajari Indonesia tentang cara menghormati kontrak," ujar Bahlil dalam konferensi pers, sambil memaparkan perincian ekspor gas kepada pihak yang ia sebut sebagai "saudara-saudara" tersebut.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)